Susu kedelai adalah minuman berbasis tumbuhan yang populer di kalangan masyarakat. Namun, produk yang dibuat secara tradisional oleh pedagang kecil yang tidak memiliki merek berisiko terkena cemaran mikroba disebabkan oleh kurangnya penerapan kebersihan dan sanitasi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pencemaran mikroba pada susu kedelai tanpa merek yang dijual oleh pedagang di wilayah Kasin, Kota Malang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Angka Lempeng Total (ALT) untuk menilai seberapa sesuai dengan standar keamanan pangan yang berlaku di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimen di laboratorium. Sampel susu kedelai diambil dengan cara aseptik, kemudian diuji menggunakan teknik pengenceran bertingkat dan metode pour plate pada media Plate Count Agar. Hasil penelitian menunjukkan nilai ALT untuk sampel susu kedelai sebesar 1,5 × 10⁴ CFU/mL, yang berada di bawah batas maksimum bakteri sesuai dengan Standar Nasional Indonesia. Temuan ini mengindikasikan bahwa susu kedelai tanpa merek yang diproduksi oleh pedagang kecil secara tradisional masih memenuhi standar keamanan pangan dari sudut pandang mikrobiologis. Inovasi dari penelitian ini adalah pada analisis kualitas mikrobiologis susu kedelai tanpa merek di tingkat pedagang tradisional kecil, sehingga memberikan gambaran yang jelas tentang keamanan produk yang langsung dikonsumsi oleh masyarakat, serta menekankan pentingnya penerapan praktik kebersihan dan sanitasi yang baik dalam produksi makanan tradisional.
Copyrights © 2026