Muhammad Hasan Wattiheluw
Politeknik Kesehatan KEMENKES Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Cemaran Mikroba Susu Kedelai Pedagang Kaki Lima di Kasin, Malang dengan Metode ALT Naura Destivia Fikrotul Aulia; Muhammad Hasan Wattiheluw
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i2.38040

Abstract

Susu kedelai adalah minuman berbasis tumbuhan yang populer di kalangan masyarakat. Namun, produk yang dibuat secara tradisional oleh pedagang kecil yang tidak memiliki merek berisiko terkena cemaran mikroba disebabkan oleh kurangnya penerapan kebersihan dan sanitasi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pencemaran mikroba pada susu kedelai tanpa merek yang dijual oleh pedagang di wilayah Kasin, Kota Malang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Angka Lempeng Total (ALT) untuk menilai seberapa sesuai dengan standar keamanan pangan yang berlaku di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimen di laboratorium. Sampel susu kedelai diambil dengan cara aseptik, kemudian diuji menggunakan teknik pengenceran bertingkat dan metode pour plate pada media Plate Count Agar. Hasil penelitian menunjukkan nilai ALT untuk sampel susu kedelai sebesar 1,5 × 10⁴ CFU/mL, yang berada di bawah batas maksimum bakteri sesuai dengan Standar Nasional Indonesia. Temuan ini mengindikasikan bahwa susu kedelai tanpa merek yang diproduksi oleh pedagang kecil secara tradisional masih memenuhi standar keamanan pangan dari sudut pandang mikrobiologis. Inovasi dari penelitian ini adalah pada analisis kualitas mikrobiologis susu kedelai tanpa merek di tingkat pedagang tradisional kecil, sehingga memberikan gambaran yang jelas tentang keamanan produk yang langsung dikonsumsi oleh masyarakat, serta menekankan pentingnya penerapan praktik kebersihan dan sanitasi yang baik dalam produksi makanan tradisional.
EVALUASI FORMULASI EFFERVESCENT DARI SERAT KULIT JERUK (Citrus sinensis (L.) Osbeck) MENGGUNAKAN METODE ANGKA LEMPENG TOTAL Muhammad Sahriel Azminanda; Muhammad Hasan Wattiheluw
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 5 No. 2 (2026): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v5i2.266

Abstract

Kulit jeruk manis (Citrus sinensis (L.) Osbeck) adalah limbah organik yang kaya akan serat makanan, khususnya pektin, dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk minuman fungsional. Salah satu inovasi dalam penggunaannya adalah dalam bentuk sediaan effervescent yang lebih mudah, stabil, dan nyaman untuk dikonsumsi. Meskipun demikian, aspek keamanan mikrobiologis produk harus diperhatikan agar kualitas dan keamanan konsumsi terjaga. Penelitian bertujuan untuk menilai kualitas mikrobiologi serbuk effervescent yang terbuat dari serat kulit jeruk dengan melakukan pengujian Angka Lempeng Total (ALT) sesuai dengan standar SNI 7388:2009 mengenai batas maksimum cemaran mikroba dalam pangan. Penelitian ini menerapkan desain kuantitatif dengan sampel yang diambil dari serbuk effervescent melalui Simple Random Sampling. Sebanyak 1 g dari sampel tersebut dilarutkan dalam larutan NaCl 0,9%, lalu dilakukan pengenceran bertingkat hingga mencapai 10⁻⁵. Uji ALT dilakukan dengan menggunakan media Plate Count Agar (PCA) melalui metode tuang dan diinkubasi pada suhu 30–35°C selama 24–48 jam dengan dua kali replikasi. Hasil uji menunjukkan bahwa jumlah koloni bakteri yang terdeteksi berada di bawah batas perhitungan ALT (25–250 koloni), sehingga nilai ALT dinyatakan tidak terhitung dan berada di bawah batas maksimum kontaminasi mikroba, yaitu <1×10² koloni/mL. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa serbuk effervescent yang terbuat dari serat kulit jeruk memenuhi kriteria kualitas mikrobiologi sesuai dengan SNI 7388:2009 dan aman sebagai produk minuman fungsional.