Luka bakar derajat II-A merupakan salah satu cedera kulit yang ditandai dengan kerusakan pada lapisan epidermis. Sarang burung walet (Aerodramus fuciphaga) dikenal memiliki kandungan bioaktif yang memiliki potensi mendukung proses regenerasi jaringan serta mempercepat epitelisasi. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi pengaruh infundasi sarang burung walet terhadap penyembuhan luka bakar derajat II-A pada model hewan kelinci (Oryctolagus cuniculus). Penelitian eksperimental ini dilakukan pada bulan Oktober–November 2024 dengan membandingkan kelompok perlakuan infundasi dua kali sehari dan tiga kali sehari dengan kontrol positif (silver sulfadiazine) serta kontrol negatif (aquades). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok dengan infundasi tiga kali sehari memiliki tingkat penyembuhan tertinggi (37,5%), diikuti oleh kelompok infundasi dua kali sehari (25%), kelompok silver sulfadiazine (20%), dan kelompok kontrol negatif (17,5%). Meskipun analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan antar kelompok, hasil tersebut tidak signifikan secara statistik (p>0,05). Kesimpulan pada penelitian ini yaitu pemberian ekstrak sarang burung walet 2 kali sehari dan 3 kali sehari menunjukkan tren penurunan diameter luka bakar derajat II-A yang lebih baik dibandingkan kontrol aquadest dan Silver Sulfadiazine hingga hari ke-12, dengan persentase penyembuhan tertinggi pada sarang burung walet 3 kali sehari (37,5%).
Copyrights © 2026