Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia. Keberhasilan penatalaksanaan DM sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan, yang berdampak langsung pada luaran klinis. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetik dengan luaran klinis pasien DM tipe 2 di Puskesmas Umbulharjo I. Rancangan penelitian menggunakan metode cross-sectional dengan teknik purposive sampling pada 98 pasien. Data sosiodemografi diperoleh melalui wawancara dan rekam medis, tingkat kepatuhan diukur menggunakan instrumen ProMAS, sedangkan luaran klinis dinilai melalui kadar Gula Darah Sewaktu (GDS). Analisis dilakukan dengan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien adalah perempuan (62,2%), berusia 46–65 tahun (51%), berpendidikan terakhir SMA (36,7%), tidak bekerja (61,2%), telah terdiagnosis DM ≥5 tahun (53,1%), menggunakan pengobatan tunggal (71,4%), serta memiliki penyakit penyerta (69,4%). Tingkat kepatuhan berada pada katogori Sedang-Tinggi (43,9%) dan luaran klinis pada kategori terkontrol (56,1%). Terdapat hubungan signifikan antara tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetik dengan luaran klinis (p=0,000 dengan r=-0,588).
Copyrights © 2026