Ekosistem mangrove perkotaan berfungsi sebagai pelindung ekologis sekaligus penghasil nilai ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Meski demikian, integrasi empiris yang menghubungkan perilaku pasar dengan valuasi lingkungan masih jarang dilakukan. Penelitian ini menganalisis faktor penentu kunjungan wisatawan dan mengestimasi total nilai ekonomi Kebun Raya Mangrove Surabaya. Data primer dari 260 responden yang dipilih melalui quota sampling dianalisis menggunakan Exploratory Factor Analysis (EFA), Individual Travel Cost Method (ITCM), dan Contingent Valuation Method (CVM). Hasil pengujian EFA membuktikan kelayakan data dengan nilai KMO sebesar 0,79 dan Bartlett's test yang signifikan (p < 0,001), mengekstraksi enam faktor laten dengan kualitas destinasi sebagai penggerak utama. Pendekatan ITCM menghasilkan nilai guna sebesar Rp10,73 miIiar per tahun menggunakan model surplus konsumen tunggal, sedangkan CVM menghasilkan nilai keberadaan sebesar Rp8,69 miIiar per tahun melalui rata-rata kesediaan membayar (WTP) sukarela sebesar Rp150.000 per individu. Akumulasi kedua komponen menghasilkan total nilai ekonomi kawasan sebesar Rp19,42 miIiar per tahun. Temuan ini menegaskan bahwa alokasi pengelolaan yang berfokus pada kebersihan tapak dan perawatan fasilitas sangat krusial untuk menjaga utilitas lokasi, sehingga mampu mempertahankan arus kunjungan dan menjaga stabilitas nilai ekonomi ekosistem pesisir kota ini dalam jangka panjang.
Copyrights © 2026