Rendahnya literasi lingkungan masyarakat menjadi salah satu penyebab belum optimalnya pengelolaan sampah di kawasan permukiman. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi lingkungan masyarakat melalui edukasi pengelolaan sampah berbasis PAR. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada 25 responden. Kebaruan program terletak pada integrasi edukasi lingkungan dengan pendampingan partisipatif dalam penyusunan pengelolaan sampah sesuai kondisi lokal. Hasil menunjukkan 72% responden menilai lingkungan masih kurang bersih. Penyebab utama berasal dari faktor eksternal (52%) dan perilaku masyarakat (48%). Partisipasi gotong royong tergolong tinggi (88%), namun belum konsisten, sedangkan 88% responden tidak puas terhadap layanan pengangkutan sampah. Seluruh responden (100%) merasakan dampak berupa bau, potensi banjir, dan gangguan kesehatan. Luaran kegiatan berupa meningkatnya kesadaran masyarakat, terbentuknya komitmen gotong royong, serta rekomendasi sistem pengelolaan sampah kolaboratif yang mendukung keberlanjutan melalui sinergi masyarakat dan pemerintah.
Copyrights © 2026