Penggunaan smartphone secara berlebihan pada mahasiswa berpotensi meningkatkan risiko sindrom nyeri leher, terutama karena lamanya waktu penggunaan, tingginya tingkat ketergantungan terhadap smartphone, serta posisi tubuh yang kurang ergonomis. Penelitian ini dilakukan untuk menelaah keterkaitan antara penggunaan smartphone yang berlebihan dan sindrom nyeri leher pada mahasiswa melalui pendekatan systematic literature review. Penelitian dilakukan berdasarkan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) 2020. Penelusuran artikel dilakukan pada basis data PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan Garuda. Sebanyak 15 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi ditelaah dan disintesis menggunakan metode naratif. Hasil kajian menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan kejadian sindrom nyeri leher pada mahasiswa yang menggunakan smartphone secara berlebihan. Faktor yang paling sering ditemukan adalah durasi penggunaan smartphone yang tinggi, tingkat kecanduan smartphone, dan postur penggunaan yang tidak ergonomis. Beberapa penelitian juga melaporkan neck disability, text neck syndrome, forward head posture, dan penurunan daya tahan otot leher. Disimpulkan bahwa overuse smartphone berhubungan dengan peningkatan risiko sindrom nyeri leher pada mahasiswa.
Copyrights © 2026