Sebuah kebijakan penggunaan lahan sangat penting dalam pengembangan kawasan pariwisata sebagai instrument pengendali kesesuaian objek wisata terhadap RTRW serta arah perkembangan lahan di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis kesesuaian objek wisata terhadap RTRW; 2) memprediksi penggunaan lahan untuk kawasan pariwisata tahun 2031; 3) menentukan prioritas kebijakan pengembangan pariwisata di Nagari Alahan Panjang. Metode yang digunakan adalah overlay peta untuk menganalisis kesesuaian objek wisata terhadap RTRW, Cellular Automata (CA) untuk memprediksi perkembangan lahan kawasan pariwisata, serta Analytical Hiearchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 27 objek pariwisata (38%) tidak sesuai dengan fungsi lahan karena berada di Kawasan sempadan danau dan hutan lindung. Prediksi perkembangan lahan memperlihatkan bahwa kawasan pariwisata di tahun 2031 meningkat sekitar 18,79 ha dan terindikasi penambahan disekitaran kawasan sempadan danau. Berdasarkan kedua temuan ini, dalam analisis AHP penguatan perizinan berbasis RTRW ditetapkan sebagai kebijakan utama. Hasil penelitian diharapkan dapat mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan, memastikan kesesuaian tata ruang, serta menjaga kelestarian ekosistem.
Copyrights © 2026