Pengaplikasian pompa sentrifugal pada sistem pembangkit listrik tenaga piko-hidro (PLTPH) dilaksanakan di sebuah kampung terisolir, Kampung Mamping di Solok Selatan, Sumatera Barat yang diharapkan dapat bermanfaat nyata bagi masyarakat. Di samping itu, PLTPH diproyeksikan menjadi proyek percontohan bagi desa-desa di sekitarnya. Guna mencapai harapan tersebut, dan memperhatikan hasil analisis kelayakan aspek finansial dan aspek teknis yang menyimpulkan layak, maka langkah berikutnya adalah pembangunan pembangkit tenaga piko-hidro yang mencakup pekerjaan bangunan sipil, mekanikal, dan elektrikal. Penelitian ini akan fokus untuk pengadaan komponen bangunan mekanikal dari sistem pembangkit tenaga piko-hidro melalui kegiatan fabrikasi di Laboratorium Proses Produksi. Hasil penelitian telah behasil mewujudkan komponen bangunan mekanikal sistem pembangkit diantaramya saringan, pipa pesat diameter 12” (di = 318,5 mm) dengan panjang 10,9 m, elbow, frame atau dudukan pompa sebagai turbin. Komponen mekanikal lainnya adalah transmisi belt-puli satu tingkat dengan diameter puli turbin d1 = 15”, diameter puli generator d2 = 3” dengan tiga bandar berfungsi untuk memindahkan daya/ putaran dari turbin ke generator, katup gerbang 8” untuk mengatur debit air masuk turbin, generator sinkron 5 kW satu fase untuk mengubah energi mekanis menjadi energi listrik, pompa sentrifugal sebagai turbin diameter inlet 8” untuk mengubah energi potensial fluida menjadi energi mekanis. Sementara, bahan yang digunakan adalah baja siku 65×65×6mm×6m untuk membuat pintu pengatur dan saringan, baja kanal CNP 75×45×2,3mm×6m untuk membuat frame/ dudukan turbin dan generator, dan pipa baja d = 12”, t = 5 mm untuk membuat pipa pesat (penstock). Semua komponen bangunan mekanikal tersebut selanjutnya dibawa ke lokasi pembangkit untuk dirakit dan dipasang.
Copyrights © 2026