Jurnal Kreativitas PKM
Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)

Edukasi dan Pendampingan Ibu Hamil sebagai Bentuk Pemberdayaan Perempuan untuk Cegah Stunting pada Bayi Balita si Desa Oelnasi Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang

Tirza Vivianri Isabela Tabelak (Poltekkes Kemenkes Kupang)
Hasri Yulianti (Poltekkes Kemenkes Kupang)



Article Info

Publish Date
01 Aug 2026

Abstract

ABSTRAK Kesehatan reproduksi seorang wanita hamil merupakan komponen prioritas yang sangat erat hubungannya dengan kelangsungan hidup anak yang akan dilahirkan. Jika ibu hamil tidak mendapatkan perawatan kehamilan, asupan nutrisi seimbang maka beresiko terhadap tumbuh kembang janinnya. Ante natal care yang tidak tepat, perawatan kehamilan tidak memadai, status gizi kurang sangat berdampak pada janin antara lain Pertumbuhan Janin Terhambat (PJT), Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), kecil, pendek, kurus, daya tahan tubuh rendah dan resiko meninggal dunia. Kasus stunting di Kabupaten Kupang tahun 2021 sebesar 40,4 persen. Kabupaten Kupang juga Kabupaten di Propinsi NTT yang tinggi AKI dan AKBnya. Tahun 2021 kematian ibu sebesar 14 kasus. Tahun 2022 kematian bayi baru lahir sebesar 103 kasus. Di Kecamatan Kupang Tengah terdapat 51,2 persen BBLR,  14 persen balita berat badan kurang, 10,8 persen balita pendek, 4,3 persen balita gizi kurang, 0,2 persen balita gizi buruk. Cakupan K1 sebesar 92,15 persen, K4 sebesar 83,52 persen dan K6 sebesar 55,21 persen (Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang,2023). Studi pendahuluan  menunjukkan bahwa sebagian besar ibu-ibu hamil tidak melakukan perawatan kehamilan dengan benar.Sebagian ibu hamil tidak teratur ANC, mengkonsumsi FE, kalk dan vitamin C tidak teratur dan bahkan tidak menghabiskan dosis yang didapat, tidak mengkonsumsi makanan bernutrisi seimbang. Kegiatan pengabdian masyarakat meliputi edukasi dan pendampingan ibu hamil sebagai bentuk pemberdayaan perempuan untuk cegah stunting pada bayi balita. Terdapat peningkatan pengetahuan dan kemampuan ibu-ibu untuk perawatan kehamilan sehingga mencegah stunting sejak anak dari kandungan.                Kata Kunci: Edukasi, Pendampingan, Ibu Hamil, Stunting, Bayi Balita.   ABSTRACT The reproductive health of a pregnant woman is a priority component that is closely related to the survival of the child to be born. If pregnant women do not receive prenatal care and balanced nutritional intake, there is a risk to the growth and development of their fetus. Inappropriate ante natal care, inadequate prenatal care, poor nutritional status has a serious impact on the fetus, including inhibited fetal growth, low birth weight, small, short, thin, low immune system and risk of death. Stunting cases in Kupang Regency in 2021 were 40.4persen. Kupang Regency is also a district in NTT Province with a high MMR and IMR. In 2021, there will be 14 maternal deaths. In 2022, newborn deaths will be 103 cases. In Central Kupang District there are 51.2persen LBW, 14persen underweight toddlers, 10.8persen stunted toddlers, 4.3persen malnourished toddlers, 0.2persen malnourished toddlers. K1 coverage is 92.15persen, K4 is 83.52persen and K6 is 55.21persen (Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang,2023). Preliminary studies show that the majority of pregnant women do not carry out proper prenatal care. Some pregnant women don't have regular ANC, consume FE, calc and vitamin C irregularly and don't even finish the dose they get, don't consume balanced nutritional food. Community service activities include education and assistance to pregnant women as a form of women's empowerment to prevent stunting in babies under five. There is an increase in mothers' knowledge and ability to care for pregnancy so as to prevent stunting from the moment the child is born. Keywords: Education, Assistance, Pregnant Women, Stunting, Babies Under Five.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

kreativitas

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada ...