ABSTRAK Kabupaten Banjarnegara memiliki potensi atlet yang menjanjikan. Potensi ini ditunjukkan melalui berbagai keterlibatan dalam pembinaan atlet usia dini serta kompetisi yang diikuti. Hal ini menuntut peran pelatih sebagai ujung tombak dalam pembinaan atlet. Namun permasalahan yang ditemukan ketika melakukan observasi serta FGD diketahui bahwa proses kepelatihan di lingkungan kabupaten Banjarnegara masih didominasi oleh pendekatan konvensional dan belum ditemukan integrasi antara aspek gizi olahraga dan pengkondisian latihan berbasis pengukuran ilmiah yang sistematis. Upaya yang dilakukan dalam pengabdian ini adalah adanya sosialisasi sekaligus pendampingan bagi para pelatih cabang olahraga. Kegiatan ini sesuai dengan SDGs nomor 3 dan 4 yakni kehidupan sehat dan sejahtera melalui peningkatan kualitas kesehatan dan kebugaran atlet serta pendidikan berkualitas melalui penguatan kapasitas dan kompetensi pelatih sebagai pendidik di bidang olahraga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi dan pendampingan gizi olahraga serta penyusunan program latihan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian menggunakan sosialisasi, pendampingan, edukasi serta monitoring dan evaluasi dari kegiatan yang dilakukan. Mitra pengabdian kepada masyarakat adalah para pelatih berbagai cabang olahraga yang berada dibawah KONI kabupaten Banjarnegara provinsi Jawa Tengah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang berkaitan dengan gizi olahraga dan penyusunan program latihan, masing-masing mencapai 91,5% dan 100%. Pengabdian ini juga diharapkan mampu meningkatkan ketrampilan para pelatih dalam menerapkan porsi menu makan dan menu latihan yang sesuai dengan cabang olahraga masing-masing. Kesimpulan kegiatan pengabdian ini adalah adanya peningkatan pengetahuan para pelatih yang berkaitan dengan gizi olahraga dan penyusunan program latihan. Kata Kunci: Pelatih, Gizi Olahraga, Program Latihan, SDGs No 3, SDGs No 4. ABSTRACT Banjarnegara Regency has promising athletic talent. This potential is demonstrated through various initiatives in early-age athlete development and the competitions in which athletes participate. This requires coaches to play a pivotal role in athlete development. However, issues identified during observations and focus group discussions (FGDs) reveal that the coaching process in Banjarnegara Regency remains dominated by conventional approaches, with a lack of integration between sports nutrition and training conditioning, which is based on systematic scientific measurements. Therefore, the efforts to be undertaken in this community service project include outreach and mentoring for coaches across various sports disciplines. This initiative is also aligned with SDGs 3 and 4—namely, good health and well-being through improved athletes' health and fitness, and quality education through strengthening coaches' capacity and competencies as educators in sports. This community service activity aims to conduct outreach and mentoring in sports nutrition, as well as develop training programs. The methods used to implement this community service activity include outreach, mentoring, education, and monitoring and evaluation. The partners in this community service initiative are coaches from various sports disciplines under the Banjarnegara Regency Sports Council (KONI) in Central Java Province. The results of the activity show an increase in participants' knowledge regarding sports nutrition and the development of training programs, reaching 91.5% and 100%, respectively. This community service program is also expected to improve coaches' skills in implementing meal plans and training regimens appropriate to their respective sports. This community service program concludes that there has been an increase in coaches' knowledge of sports nutrition and in the development of training programs. Keywords: Coach, Sport Nutrition, Training Program, 3rd Sdgs, 4th Sdgs.
Copyrights © 2026