Jurnal Cakrawala Ilmiah
Vol. 5 No. 11 (2026): Juli 2026

LITERATUR REVIEW: PELANGGARAN ETIKA TEKNOLOGI INFORMASI KASUS KEBOCORAN DATA PADA MARKETPLACE DI INDONESIA

Rizqi Saputri (Universitas Pelita Bangsa)
Asmil Januar (Universitas Pelita Bangsa)
Elkin Rilvani (Universitas Pelita Bangsa)



Article Info

Publish Date
21 Jul 2026

Abstract

Di tengah pesatnya transformasi digital, data telah menjadi sumber daya utama yang menopang berbagai sektor, mulai dari bisnis, layanan publik, hingga pemerintahan. Marketplace menjadi salah satu bentuk nyata dari transformasi digital ini, di mana interaksi antara penjual dan pembeli dilakukan sepenuhnya secara daring. Namun, kemudahan yang ditawarkan oleh marketplace sering kali diiringi dengan permasalahan hukum, terutama terkait dengan keamanan data pribadi pengguna (Aryanti, 2023). Kebocoran data pribadi yang melibatkan jutaan pengguna marketplace di Indonesia menunjukkan masih lemahnya perlindungan hukum terhadap privasi digital. Kasus kebocoran data Tokopedia pada tahun 2020, kebocoran sekitar 91 juta data pengguna Tokopedia pada tahun 2020. Informasi penting seperti nama lengkap, alamat email, nomor telepon, hingga password hash diretas dan dijual melalui dark web. Peretasan ini diperkirakan terjadi pada Maret 2020 dan baru terungkap beberapa bulan kemudian setelah data tersebut diperdagangkan di forum daring. Profesional TI berkewajiban untuk menjaga kerahasiaan informasi, memastikan integritas sistem, dan meminimalkan risiko yang dapat merugikan masyarakat. Prinsip-prinsip tersebut menekankan pentingnya tanggung jawab moral dan profesional dalam menangani data sensitif. Pelanggaran terhadap prinsip ini dapat menyebabkan kerugian besar, baik bagi individu maupun organisasi, serta merusak kepercayaan publik terhadap layanan digital.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

JCI

Publisher

Subject

Humanities Economics, Econometrics & Finance Languange, Linguistic, Communication & Media Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Public Health Social Sciences Other

Description

Digitalisasi eknomi menembus batas wilayah negara dan kedaulatan ekonomi yang dapat saja menjadi peluang atau ancaman. Digitalisasi tidak bisa dihindari, tetap permsalahan utamanya adalah bagaimana negara ini harus dapat merumuskan kebijakan agar masyarakat kita jangan hanya menjadi sapi perahan ...