Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model Discovery Learning dan menganalisis peningkatan kreativitas siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) kelas V SD Negeri 02/X Parit Culum II. Ruang lingkup penelitian mencakup proses pelaksanaan enam tahapan Discovery Learning, yaitu stimulasi, identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, pembuktian, dan penarikan kesimpulan, serta perkembangan indikator kreativitas siswa. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 17 siswa, yaitu 3 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kreativitas siswa meningkat dari 46,32% pada prasiklus menjadi 62,71% pada siklus I dan 83,60% pada siklus II. Peningkatan tampak pada kelancaran, keluwesan, keaslian, elaborasi, dan kemampuan memecahkan masalah. Disimpulkan bahwa Discovery Learning efektif meningkatkan kreativitas siswa. Implikasinya, model ini dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran IPAS yang aktif, berpusat pada siswa, dan mendorong penemuan konsep secara mandiri.
Copyrights © 2026