Sebagian besar wilayah kabupaten di Jawa Barat memiliki potensi agribisnis yang besar, namun tingkat kemandirian fiskal masih rendah dan ketergantungan terhadap dana transfer pusat tetap tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara Pendapatan Asli Daerah (PAD), Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD), serta kemandirian keuangan daerah, sekaligus merumuskan strategi pemanfaatan potensi agribisnis. Penelitian kuantitatif menggunakan data panel 18 kabupaten tahun 2024–2025, dianalisis dengan Model Efek Tetap. PAD berpengaruh negatif dan signifikan terhadap TKDD serta positif dan sangat kuat terhadap kemandirian keuangan, sedangkan TKDD hanya berpengaruh positif lemah. Potensi agribisnis belum dioptimalkan akibat dominasi penjualan bahan baku dan belum maksimalnya penyesuaian kebijakan fiskal baru. Kesimpulan: Penguatan hilirisasi, kebijakan pajak, dan BUMD agribisnis menjadi kunci mengurangi ketergantungan transfer.
Copyrights © 2026