Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan manajemen pemasaran agroindustri terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta dampaknya terhadap kemandirian keuangan daerah pada kabupaten berbasis pertanian di Provinsi Jawa Barat periode 2024–2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif jenis deskriptif dan verifikatif, dengan data panel dari 15 kabupaten terpilih. Analisis dilakukan melalui model regresi efek tetap dan uji mediasi Sobel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pemasaran agroindustri berpengaruh positif dan signifikan terhadap PAD; selanjutnya, manajemen pemasaran agroindustri dan PAD masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian keuangan daerah. PAD juga terbukti berperan signifikan sebagai variabel pemediasi. Mengoptimalkan potensi pertanian melalui strategi pemasaran terstruktur menjadi langkah kunci untuk mengurangi ketergantungan pada dana transfer pusat.
Copyrights © 2026