Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi pengembangan kompetensi ASN di Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) dalam meningkatkan layanan kebahasaan kepada masyarakat. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen. Hasil penelitian ditemukan beberapa faktor hambatan dalam pengembangan kompetensi. Faktor-faktor penghambat layanan kebahasaan tersebut adalah regulasi pengembangan kompetensi, ketersediaan anggaran, belum dilaksanakan manajemen talenta , dan belum ada dokumen rencana induk pengembangan kompetensi. Prioritas kebutuhan pengembangan kompetensi untuk meningkatkan pelayanan kebahasaan diantaranya kompetensi komunikasi, standar pelayanan publik, penggunaan teknologi atau literasi digital, akses internet, kompetensi teknis bidang kebahasaan, dan kompetensi manajemen administrasi. Dalam mengatasi hambatan diperlukan strategi dalam pengembangan kompetensi ASN Badan Bahasa melalui penyusunan standar kompetensi jabatan, menyusun kebutuhan pengembangan kompetensi organisasi melalui rencana induk pengembangan kompetensi, melakukan asesmen secara rutin, melakukan pengembangan kompetensi melalui pendidikan, melakukan pengembangan kompetensi melalui pelatihan, dan melakukan evaluasi atas pelaksanaan pengembangan kompetensi.
Copyrights © 2026