Academic procrastination is a common problem among students and can negatively affect learning quality, academic achievement, and skill development. This phenomenon was identified among students of SMK PGRI 13 Surabaya, as indicated by the tendency to delay completing academic assignments until close to the deadline. This study aims to examine the influence of time management and self-efficacy on academic procrastination, with school culture serving as a mediating variable. The research employed a quantitative approach with an associative research design. The population consisted of 127 tenth- and eleventh-grade students of the Office Management program, with 99 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed using Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4 software. The findings reveal that time management, self-efficacy, and school culture have significant negative effects on academic procrastination. Furthermore, time management and self-efficacy have significant positive effects on school culture. The mediation analysis also demonstrates that school culture mediates the effects of time management and self-efficacy on academic procrastination. These findings indicate that improving students’ time management skills, strengthening self-efficacy, and fostering a positive school culture can serve as effective strategies for reducing academic procrastination among vocational high school students. ABSTRAK Prokrastinasi akademik merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi pada siswa dan dapat berdampak pada penurunan kualitas belajar, prestasi akademik, serta perkembangan keterampilan belajar. Fenomena ini masih ditemukan pada siswa SMK PGRI 13 Surabaya, yang ditunjukkan oleh kecenderungan menunda pengerjaan tugas hingga mendekati batas waktu pengumpulan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen waktu dan self-efficacy terhadap prokrastinasi akademik dengan budaya sekolah sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi penelitian berjumlah 127 siswa kelas X dan XI Program Keahlian Manajemen Perkantoran SMK PGRI 13 Surabaya, dengan sampel sebanyak 99 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen waktu, self-efficacy, dan budaya sekolah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap prokrastinasi akademik. Selain itu, manajemen waktu dan self-efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap budaya sekolah. Hasil analisis mediasi juga menunjukkan bahwa budaya sekolah mampu memediasi pengaruh manajemen waktu dan self-efficacy terhadap prokrastinasi akademik. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan mengelola waktu, keyakinan diri, serta penguatan budaya sekolah yang positif dapat menjadi strategi efektif dalam menurunkan tingkat prokrastinasi akademik siswa. Â
Copyrights © 2026