Fenomena hate speech di kalangan siswa menunjukkan adanya penurunan etika komunikasi, baik dalam interaksi langsung maupun media sosial. Praktik seperti cyberbullying, body shaming, dan penyebaran gosip menjadi bentuk komunikasi negatif yang berdampak pada hubungan sosial dan psikologis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis etika komunikasi profetik dalam hadis serta relevansinya terhadap pencegahan hate speech pada siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis library research melalui studi hadis. Sumber data primer berasal dari hadis-hadis tentang etika komunikasi dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, adapun data sekunder diperoleh dari kitab syarah, buku, dan artikel jurnal ilmiah. Analisis data dilakukan dengan metode tematik (maudhu’i) dan deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis tentang larangan ghibah, fitnah, penghinaan, dan anjuran berkata baik mengandung nilai komunikasi profetik berupa humanisasi, liberasi, dan transendensi. Nilai-nilai tersebut relevan dalam mencegah praktik hate speech melalui pembentukan karakter, kontrol diri, dan etika komunikasi siswa di era digital. Temuan tersebut menunjukkan bahwa hadis berfungsi sebagai landasan pembentukan budaya komunikasi yang santun dan bertanggung jawab, bukan sekadar larangan normative, tetapi juga sebagai landasan pembentukan budaya komunikasi yang santun dan bertanggung jawab.
Copyrights © 2026