Memasuki era suprastruktur kapitalisme di era digital seperti saat ini, pendidikan anti kapitalisme diperlukan sebagai upaya merawat peradaban untuk membangun kesadaran manusia yang tidak serakah. Penelitian ini bertujuan untuk membahas bagaimana roman tetralogy Buru karya Pramoedya Ananta Toer sebagai sarana praksis pedagogis untuk menanamkan kesadaran anti kapitalisme. Adapun pisau analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemikiran pendidikan pembebasan Paulo Freire dengan variabel pemahaman terkait relasi opresi dan pedagodi dialogis sebagai praksis pembebasan yang terkandung dalam roman tetralogy Buru. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan pedagogi kritis. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi berupa baca, tandai, dan klasifikasi. Teknik analisis data menggunakan interpretasi kontekstual. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa roma tetralogy Buru karya Pramoedya Ananta Toer merupakan karya sastra yang mendekonstruksi relasi opresi dalam beragam fenomena sosial khususnya kapitalisme yang terkandung di dalamnya serta pedagodi dialogis, hal tersebut tampak dari narasi yang menceritakan proses tumbuh kembang kesadaran tokoh Minke terhadap kapitalisme yang dilakukan oleh pihak kolonial Belanda di tanah Hindia, serta sepak terjang tokoh Minke untuk mendirikan Syarikat Dagang dalam rangka menghimpun kekuatan modal melawan kapitalisme kolonial. Melalui narasi tersebut pembaca dapat berdialektika dalam pikiran dan kesadaran untuk melawan kapitalisme. Simpulan dari penelitian ini adalah, roman tetralogy Buru merupakan karya sastra yang strategis sebagai medium praksis pendidikan anti kapitalisme.
Copyrights © 2026