Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut pemanfaatan teknologi pendidikan secara optimal, namun capaian kualitas pembelajaran di SD Kecamatan Sabak Auh masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran komunitas belajar dalam mengoptimalkan pemanfaatan Platform Rumah Pendidikan pada tiga sekolah dasar di Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Metode deskriptif kualitatif diterapkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform telah diadopsi sebagai repositori digital perangkat ajar, tetapi pemanfaatannya masih didominasi aktivitas administratif dan belum mencapai kolaborasi pedagogis substantif. Tantangan utama meliputi keterbatasan infrastruktur, duplikasi pelaporan, kesenjangan literasi digital, lemahnya budaya refleksi berbasis data, dan ketidakmerataan akses perangkat. Komunitas belajar merespons melalui strategi adaptif berupa penjadwalan rutin, micro-training, verifikasi silang data, kebijakan bertahap, dan pembelajaran hybrid. Transformasi bermakna memerlukan penguatan berkelanjutan pada aspek kepemimpinan, literasi digital, dan kebijakan pendidikan.
Copyrights © 2026