Kemampuan berpikir kritis merupakan kompetensi esensial abad ke-21, namun data PISA 2022 menunjukkan kemampuan analisis sains siswa Indonesia masih rendah. Pembelajaran IPAS di sekolah dasar, khususnya materi pencemaran lingkungan, masih didominasi metode ceramah sehingga siswa cenderung pasif. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh model Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar pada materi pencemaran lingkungan. Pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen desain Nonequivalent Control Group Design diterapkan pada 88 siswa kelas V SDN Ciledug 01 (45 kelas eksperimen, 43 kelas kontrol). Data dikumpulkan melalui tes berpikir kritis dan dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, independent sample t-test, serta effect size. Hasil menunjukkan rata-rata posttest kelas eksperimen (34,79) lebih tinggi daripada kelas kontrol (31,97), dengan signifikansi 0,000 < 0,05 dan effect size 1,667. PBL terbukti berpengaruh signifikan dan besar terhadap kemampuan berpikir kritis, sehingga dapat menjadi alternatif model pembelajaran IPAS yang aktif dan berpusat pada siswa.
Copyrights © 2026