Ngunduh patirtan Belik Naga merupakan tradisi sebagai warisan budaya yang mencerminkan hubungan bahasa, kepercayaan, dan konteks sosial. Tujuan penelitian ini menganalisis penggunaan istilah bahasa dan makna kultural suluk dalam prosesi Ngunduh patirtan Belik Naga menggunakan kajian antropolinguistik. Metode dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Data berupa kata, kalimat dalam suluk melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap narasumber, yaitu dua kasepuhan dan dua kanoman. Analisis data pada aspek morfologi, semantik, makna leksikal, etimologi, dan makna kultural suluk melalui tahap reduksi data, penyajian data dengan cara identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prosesi Ngunduh patirtan Belik Naga terdiri dari tiga prosesi, yaitu Mbeber Wayang, Ngunduh, dan Kirab Matirtan. Istilah dalam prosesi menunjukkan adanya proses morfologi, semantik, makna leksikal, dan etimologi menggambarkan identitas budaya. Makna kultural dalam suluk mengandung makna permohonan izin, penghormatan kepada leluhur, dan ungkapan Syukur. Penelitian ini menunjukkan bahasa sebagai alat komunikasi, media pelestarian budaya, spiritual, dan kearifan lokal sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap kajian antropolinguistik.
Copyrights © 2026