Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut kesiapan berubah guru yang tinggi, namun terhambat oleh resistensi, rendahnya literasi digital, dan keterbatasan infrastruktur teknologi. Kepemimpinan transformasional dan digital dipandang strategis, tetapi kajian yang mengintegrasikan keduanya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mensintesis peran sinergis kedua kepemimpinan tersebut dalam meningkatkan kesiapan berubah guru pada konteks reformasi kurikulum. Metode literature review digunakan dengan menganalisis artikel ilmiah nasional terbitan 2023–2026 melalui teknik identifikasi, pengelompokan, dan sintesis temuan. Hasil sintesis menunjukkan kepemimpinan transformasional membangun kesiapan psikologis, motivasi, dan komitmen guru (willingness to change), sedangkan kepemimpinan digital memperkuat literasi teknologi, adaptasi infrastruktur, dan budaya inovatif (capacity to change). Integrasi keduanya menciptakan lingkungan sekolah adaptif melalui pemberdayaan guru dan dukungan struktural teknologi secara simultan. Sinergi ini merupakan pendekatan paling efektif menghadapi tantangan Kurikulum Merdeka. Pengambil kebijakan dan kepala sekolah perlu mengimplementasikan pelatihan berkelanjutan yang mengintegrasikan penguatan soft skills kepemimpinan dengan manajemen perubahan berbasis digital.
Copyrights © 2026