Latar Belakang: Menurut data dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2023, prevalensi anemia secara global diperkirakan mempengaruhi 40% anak-anak berusia 6 hingga 59 bulan, 37% wanita hamil antara usia 15 dan 49 tahun, dan 30% wanita usia subur (15 hingga 49 tahun). Anemia pada remaja harus segera diatasi karena memberikan dampak negatif untuk saat ini dan saat mendatang. Tujuan penelitian dianalisis hubungan pengetahuan gizi dan siklus menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMPN 1 Bungku Tengah Kecamatan Bungku Tengah Kabupaten Morowali. Metode: Penelitian ini ialah penelitian observasional analitik dengan rancangan/desain menggunakan cross sectional. Cross sectional digunakan untuk melihat hubungan antara variabel bebas (pengetahuan gizi dan siklus menstruasi) dengan kejadian anemia pada remaja putri. Data dikumpulkan secara bersamaan waktunya. Sampel adalah remaja putri yang telah mengalami menstruasi, sebanyak 150 orang. Analisis data meliputi univariat dan bivariat. Analisis bivariat yaitu pengetahuan dan kejadian anemia menggunakan Chi Square sedangkan siklus menstruasi dengan kejadian anemia menggunakan Fisher Exact Test. Hasil Penelitian: Pengetahuan gizi sampel baik, siklus menstruasi normal. Sampel mengalami anemia. Tidak ada hubungan pengetahuan gizi dengan kejadian anemia (p=0.355) dan siklus menstruasi dengan kejadian anemia (p=1.000) Kesimpulan: Pengetahuan gizi dan siklus menstruasi bukan merupakan variabel yang berhubungan dengan kejadian anemia
Copyrights © 2026