Malaria masih menjadi masalah kesehatan global dan resistensi antimalaria mendorong pencarian kandidat obat baru berbasis bahan alam. Daun kersen (Muntingia calabura L.) banyak ditemukan di Indonesia dan dilaporkan mengandung flavonoid, fenolik, tanin, saponin, alkaloid, serta terpenoid yang berhubungan dengan aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, dan pengaturan metabolik. Review ini bertujuan menelaah potensi daun kersen sebagai sumber kandidat antiplasmodium dengan menitikberatkan pada kontribusi flavonoid melalui bukti in vitro dan in silico. Metode yang digunakan adalah literature review naratif terhadap artikel yang diunggah penulis dan literatur pendukung dari jurnal ilmiah tahun 2016-2026. Hasil telaah menunjukkan bahwa ekstrak daun kersen memiliki aktivitas antioksidan kuat hingga sangat kuat, aktivitas antimikroba/antifungi, serta kandungan flavonoid tinggi; sementara bukti antiplasmodium langsung pada daun kersen masih terbatas. Literatur antiplasmodium menunjukkan flavonoid seperti quercetin dan kaempferol mampu menghambat pertumbuhan Plasmodium falciparum serta berinteraksi dengan target PfLDH, PfDHFR-TS, falcipain-2, plasmepsin II, dan PfSUB2. Daun kersen layak diposisikan sebagai sumber kandidat, namun validasi wajib dilakukan melalui fraksinasi, karakterisasi senyawa, uji P. falciparum, sitotoksisitas, docking, ADMET, dan uji lanjutan.
Copyrights © 2026