Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Terapi nonfarmakologis menggunakan kombinasi buah yang kaya kalium dan senyawa bioaktif, seperti semangka, jambu biji, dan alpukat, berpotensi membantu menurunkan tekanan darah.Tujuan: Mengetahui perbandingan efektivitas smoothie semangka–jambu biji dan smoothie semangka–alpukat terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Kabupaten Kampar. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experiment menggunakan rancangan two-group pretest–posttest. Populasi penelitian berjumlah 161 penderita hipertensi. Sampel sebanyak 50 responden ditentukan menggunakan rumus Lemeshow, masing-masing 25 responden per kelompok. Pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling. Intervensi diberikan selama 7 hari berturut-turut. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon, Mann–Whitney, dan N-Gain Score dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil: Kedua kelompok mengalami penurunan tekanan darah setelah intervensi berdasarkan uji Wilcoxon Signed-Rank Test (p < 0,001). Kelompok smoothie semangka–jambu biji mengalami penurunan rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 22,80 mmHg, sedangkan kelompok smoothie semangka–alpukat sebesar 24,28 mmHg. Hasil uji Mann–Whitney menunjukkan terdapat perbedaan efektivitas penurunan tekanan darah sistolik antara kedua kelompok (p=0,027). Nilai N-Gain Score kelompok smoothie semangka–alpukat (0,69) lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok smoothie semangka–jambu biji (0,63), yang menunjukkan efektivitas penurunan tekanan darah yang lebih baik. Kesimpulan: Konsumsi smoothie semangka-alpukat secara signifikan lebih efektif dalam menurunkan tekanan darah penderita hipertensi dibandingkan dengan smoothie semangka-jambu biji.
Copyrights © 2026