Salah satu komplikasi serius akibat diabetes mellitus adalah gagal ginjal kronik (GGK). Hiperglikemia kronis pada penderita DM menyebabkan kerusakan glomerulus ginjal secara bertahap melalui mekanisme stres oksidatif, glikosilasi protein, dan aktivasi jalur inflamasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2025 di RSUD R. T. Notopuro Sidoarjo. Populasi dari penelitian ini adalah Adalah 215 pasien GGK stadium V. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. penelitian yang digunakan adalah kohort retrospektif. Peneliti menggunakan variabel status Riwayat penyakit DM dan variable usia didagnosa GGK.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo berjenis kelamin laki-laki dan memulai hemodialisis pada usia lebih dari 40 tahun. Penyakit penyerta terbanyak yang ditemukan pada pasien GGK adalah hipertensi, diikuti oleh diabetes mellitus. Berdasarkan riwayat diabetes mellitus, sebagian besar responden tidak memiliki riwayat diabetes mellitus, namun responden dengan riwayat diabetes mellitus memiliki rerata usia terdiagnosis gagal ginjal kronik yang lebih tinggi dibandingkan responden tanpa riwayat diabetes mellitus, Terdapat perbedaan yang bermakna antara riwayat diabetes mellitus dengan usia terdiagnosis gagal ginjal kronik, yang ditunjukkan oleh hasil uji Mann–Whitney dengan nilai p = 0,031 (p < 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat diabetes mellitus dengan kejadian gagal ginjal kronik di usia muda berdasarkan uji koefisien kontingensi dengan nilai p = 0,015 (p < 0,05), namun kekuatan hubungan berada pada kategori lemah. Hal ini menunjukkan bahwa diabetes mellitus berperan sebagai salah satu faktor risiko GGK di usia muda, tetapi bukan faktor dominan. Kata Kunci : Gagal Ginjal Kronik, Diabetes Mellitus,
Copyrights © 2026