Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai mutu pelayanan rumah sakit, dan salah satu faktor yang diduga memengaruhinya adalah literasi administrasi kesehatan, yaitu kemampuan pasien mengakses, memahami, mengambil keputusan, dan menggunakan informasi terkait prosedur administrasi pelayanan. Observasi awal di RSUD I.A. Moeis Samarinda menunjukkan sebagian pasien belum memahami alur pendaftaran maupun penggunaan anjungan pendaftaran mandiri (APM). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan literasi administrasi kesehatan dengan kepuasan pasien berdasarkan frekuensi kunjungan di RSUD I.A. Moeis Samarinda. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 109 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling dari populasi 10.269 pasien rawat jalan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tervalidasi, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi spearman rank karena data tidak berdistribusi normal. Hasil menunjukkan 83,5% responden memiliki literasi administrasi kesehatan kategori cukup dan 79,8% memiliki kepuasan kategori puas. Analisis bivariat menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara literasi administrasi kesehatan dengan kepuasan pasien (ρ = 0,595; p < 0,001), yang tetap signifikan pada kelompok kunjungan pertama kali (ρ = 0,567; p = 0,001) maupun kunjungan lebih dari satu kali (ρ = 0,607; p < 0,001). Semakin baik literasi administrasi kesehatan pasien, semakin tinggi kepuasannya, sehingga edukasi administrasi kesehatan perlu terus ditingkatkan.
Copyrights © 2026