Pasar ikan pesisir memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pada kawasan yang memiliki potensi perikanan tangkap. Namun, Pasar Ikan Pusong di Kota Lhokseumawe menghadapi permasalahan spasial dan fungsional, yaitu aktivitas grosir yang berkembang di luar bangunan pasar sehingga menyebabkan konflik sirkulasi, kemacetan, pemanfaatan ruang yang tidak optimal, serta permasalahan pengelolaan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan aktivitas perdagangan di Pasar Ikan Pusong serta menyusun strategi perancangan yang mampu mengintegrasikan aktivitas grosir dan eceran melalui konsep Coastal Flow Market. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan studi literatur. Data dianalisis melalui analisis tapak, aktivitas pengguna, sirkulasi, dan kebutuhan ruang untuk menghasilkan strategi perancangan arsitektur yang terintegrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan utama kawasan terletak pada belum terintegrasinya alur distribusi ikan, aktivitas pedagang, pergerakan pembeli, dan sirkulasi kendaraan. Konsep Coastal Flow Market diterapkan melalui penataan zoning, pemisahan jalur distribusi dan pengunjung, penyediaan loading bay, sistem perdagangan eceran drive-thru, serta pengembangan ruang publik dan area kuliner. Strategi perancangan ini menghasilkan sistem pasar yang lebih tertata, efisien, nyaman, serta mampu memperkuat fungsi Pasar Ikan Pusong sebagai pusat ekonomi pesisir yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026