Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Pemasangan Insulasi Glasswool untuk Tukang pada Rumah Tinggal di Iklim Tropis Atthaillah Atthaillah; Muhammad Iqbal; Eri Saputra; Cut Azmah Fithri; Hendra Aiyub; Esar Alkautsar
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 6, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan pemasangan insulasi Glasswool untuk tukang bangunan pada rumah tinggal di iklim tropis ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan teknis dalam menciptakan kenyamanan termal yang efisien dan berkelanjutan. Di Aceh, praktik penggunaan insulasi termal masih sangat jarang dilakukan, meskipun kondisi iklim yang panas dan lembap menuntut solusi bangunan yang mampu mengurangi beban panas dari luar. Melalui pelatihan ini, tukang bangunan diperkenalkan pada konsep dasar insulasi termal dan manfaatnya, serta dibekali dengan keterampilan praktis dalam memasang Glasswool pada atap dan dinding rumah tinggal. Glasswool dipilih karena memiliki konduktivitas termal rendah, ringan, mudah dipasang, serta tahan api dan mampu meredam suara. Material ini didatangkan dari luar Aceh karena belum tersedia secara lokal. Metode pelatihan mencakup seleksi peserta, pengadaan material, penyampaian petunjuk keselamatan kerja, dan praktik langsung pemasangan menggunakan wiremesh sebagai penahan Glasswool pada bidang atap. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami karakteristik material dan menerapkan teknik pemasangan dengan baik, serta menunjukkan kesadaran terhadap aspek keselamatan kerja. Penerapan insulasi terbukti dapat dilakukan secara efektif oleh tukang lokal dengan supervisi teknis yang tepat. Kegiatan ini membuka peluang adopsi teknologi insulasi dalam konstruksi rumah tinggal di Aceh, serta menegaskan pentingnya pelatihan berkelanjutan, penyusunan panduan teknis, dan penyediaan material secara lokal untuk mendukung pembangunan hunian yang lebih nyaman, hemat energi, dan adaptif terhadap tantangan iklim tropis. Pelatihan ini menjadi langkah awal menuju transformasi praktik konstruksi yang lebih responsif dan berorientasi pada keberlanjutan.
IDENTIFICATION OF ARCHITECTURAL ELEMENTS IN THE OLD TEUNGKU MOSQUE IN PUCOK KRUENG DISTRICT. PIDIE JAYA Sulwana Suci; Cut Azmah Fithri; Hendra Aiyub
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 6 No. 5 (2026): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21402988

Abstract

The Tengku Old Mosque in Pucok Kreung is a historic building with significant architectural, cultural, and religious value for the community. As a building that has undergone development and change over time, the existence of architectural elements in this mosque needs to be identified and documented to maintain its character and authenticity. This study aims to identify the characteristics of architectural elements in the Tengku Old Mosque in Pucok Kreung through theory (Ching, 2007; Naibaho & Pakpahan, 2024). The elements analyzed include floors, walls, columns or supporting structures, doors, windows, ventilation, ceilings, and roofs. This study uses a descriptive qualitative method with a case study approach. Data collection was carried out through field observations, documentation, and interviews with parties knowledgeable about the history and development of the mosque. Data analysis was carried out by identifying the physical condition, function, visual or aesthetic, and symbolic value contained in each architectural element. The results show that the Tengku Old Mosque in Pucok Kreung still retains most of the characteristics of traditional architectural elements that reflect the architectural identity of ancient mosques in Aceh. Each element has a structural and spatial function that supports worship activities, while also containing aesthetic and symbolic values ​​that enhance the building's character. Although some elements have undergone changes due to renovations and functional needs, the mosque's primary character as a historic building is still recognizable through its form, materials, and architectural arrangement. This research is expected to serve as a reference in efforts to preserve and develop historic mosque buildings while still maintaining their architectural values.
Coastal Flow Market: Strategi Perancangan Pasar Ikan Pusong untuk Mengintegrasikan Aktivitas Grosir dan Eceran di Kawasan Pesisir Lhokseumawe Ovianda Resta; Hendra Aiyub
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 7 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i7.32920

Abstract

Pasar ikan pesisir memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pada kawasan yang memiliki potensi perikanan tangkap. Namun, Pasar Ikan Pusong di Kota Lhokseumawe menghadapi permasalahan spasial dan fungsional, yaitu aktivitas grosir yang berkembang di luar bangunan pasar sehingga menyebabkan konflik sirkulasi, kemacetan, pemanfaatan ruang yang tidak optimal, serta permasalahan pengelolaan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan aktivitas perdagangan di Pasar Ikan Pusong serta menyusun strategi perancangan yang mampu mengintegrasikan aktivitas grosir dan eceran melalui konsep Coastal Flow Market. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan studi literatur. Data dianalisis melalui analisis tapak, aktivitas pengguna, sirkulasi, dan kebutuhan ruang untuk menghasilkan strategi perancangan arsitektur yang terintegrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan utama kawasan terletak pada belum terintegrasinya alur distribusi ikan, aktivitas pedagang, pergerakan pembeli, dan sirkulasi kendaraan. Konsep Coastal Flow Market diterapkan melalui penataan zoning, pemisahan jalur distribusi dan pengunjung, penyediaan loading bay, sistem perdagangan eceran drive-thru, serta pengembangan ruang publik dan area kuliner. Strategi perancangan ini menghasilkan sistem pasar yang lebih tertata, efisien, nyaman, serta mampu memperkuat fungsi Pasar Ikan Pusong sebagai pusat ekonomi pesisir yang berkelanjutan.