Lahan gambut merupakan ekosistem penting yang memiliki fungsi ekologis sebagai penyimpan karbon dan pengatur tata air, namun memiliki karakteristik fisik yang rentan mengalami degradasi akibat perubahan penggunaan lahan, terutama untuk perkebunan kelapa sawit. Aktivitas budidaya kelapa sawit pada lahan gambut dapat memengaruhi tingkat kematangan gambut dan perubahan sifat fisik tanah melalui proses drainase, dekomposisi bahan organik, serta perubahan struktur tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kematangan dan sifat fisik tanah gambut pada perbedaan umur tanaman kelapa sawit di Desa Kuala Dua Kabupaten Kubu Raya serta mengetahui hubungan antara kadar serat dengan parameter sifat fisik tanah gambut. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei lapangan dan analisis laboratorium dengan membandingkan dua penggunaan lahan kelapa sawit berumur 2 tahun dan 13 tahun. Parameter yang diamati meliputi tingkat kematangan gambut, kedalaman gambut, kedalaman muka air tanah, kadar serat, kadar air kondisi lapangan, bobot isi, porositas total, dan permeabilitas tanah. Analisis data dilakukan menggunakan uji independent sample t-test dan uji korelasi Spearman pada taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematangan gambut pada kedua umur tanaman didominasi oleh kategori saprik. Perbedaan umur tanaman kelapa sawit tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sifat fisik tanah gambut, ditunjukkan oleh parameter kadar serat, kadar air, bobot isi, porositas total, dan permeabilitas yang tidak berbeda nyata secara statistik. Nilai porositas tanah tergolong porous hingga sangat porous, sedangkan permeabilitas tanah termasuk kategori agak lambat. Hasil korelasi menunjukkan bahwa kadar serat tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kadar air, bobot isi, porositas, maupun permeabilitas tanah gambut. Kesimpulannya, perbedaan umur tanaman kelapa sawit selama 2 tahun dan 13 tahun pada lokasi penelitian belum menyebabkan perubahan signifikan terhadap karakteristik fisik tanah gambut, namun pengelolaan tata air dan konservasi tetap diperlukan untuk mempertahankan fungsi ekologis lahan gambut.
Copyrights © 2026