Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

IDENTIFIKASI SIFAT FISIKA TANAH SAWAH TADAH HUJAN BERDASARKAN UMUR PENGELOLAAN LAHAN LAHAN DI DESA MATANG SEGANTAR KECAMATAN TELUK KERAMAT KABUPATEN SAMBAS ISMA, ISMA; suryadi, urai edi; widiarso, bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.18523

Abstract

IDENTIFIKASI SIFAT FISIKA TANAH SAWAH TADAH HUJAN BERDASARKANUMUR PENGELOLAAN LAHAN DI DESA MATAN SEGANTARKECAMATAN TELUK KERAMAT KABUPATEN SAMBASIsma(1), Urai Edi Suryadi(2), dan Bambang Widiarso(3)(1)Mahasiswa dan(2)Staf PengajarProgram Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas TanjungpuraABSTRAKSifat fisika tanah sangat bervariasi pada tanah tropis, khususnya pada tanah-tanah di Indonesia. Lahan tadah hujan merupakan salah satu jenis lahan yang potensial untuk difungsikan sebagai sentra produksi padi sehingga dapat mendukung swasembada beras berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sawah tadah hujan dengan perbedaan umur pengelolaan lahan. Penelitian dilakukan di Desa Matang Segantar Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas. Parameter yang diamati meliputi fisika tanah seperti: warna, tekstur, struktur, porositas total, bobot isi, kadar air kapasitas lapangan, konduktivitas hidraulik, dan kedalaman muka air tanah. Parameter kimia tanah meliputi pengamatan reaksi tanah, N-total, C-organik dan ratio C/N.Hasil analisis menunjukkan bahwa warna tanah pada tiga lokasi penelitian dan titik pengamatan sangat bervariasi. Tekstur tanahnya banyak dikategorikan dalam kelas liat berdebu dan lempung liat berdebu. Struktur tanah pada ketiga lokasi penelitian yaitu angular blocky atau gumpal bersudut. Nilai rata-rata porositas tanah berkisar antara 52,34-56,89%, termasuk kriteria baik. Rata-rata bobot isi tanah 0,99-1,15 g/cm3. Nilai kadar air kapasitas lapangan berkisar antara 45,724-57,57%vol. Rata-rata nilai konduktivitas hidraulik tanah berkisar antara 14,006-45,104 cm/jam. Kelas permeabelitas pada lokasi 1 dan 2 (umur pengelolaan 0-15 tahun., umur pengelolaan 16-30 tahun) tergolong kedalam kriteria sangat cepat, sedangkan pada lokasi 3(umur pengelolaan >30 tahun) termasuk dalam kriteria cepat. Kedalaman muka air tanah pada ketiga lokasi penelitian temasuk kedalam kategori agak dalam, yaitu berkisar antara 52-69 cm.Kata kunci : sifat fisika tanah, sawah tadah hujan, dan umur pengelolaan lahan.
STUDI KARAKTERISTIK SUB-SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI (SUB-SUB DAS) DI KABUPATEN BENGKAYANG Tharigas, Angela Maria; Suryadi, Uray Edi; Widiarso, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.8649

Abstract

Dimana DAS merupakan suatu wilayah daratan yang secara topografik dibatasi oleh punggung-punggung gunung yang menampung air hujan kemudian disalurkan ke laut melalui sungai utama. Sub-Sub DAS Lumar memiliki pola drainase yang berbentuk dendritik dan bentuk drainasenya memanjang atau seperti bulu burung serta profil melintang sungai berbentuk parabola. Tujuan dari penelitian untuk mempelajari karakteristik Sub-Sub DAS Lumar di Kabupaten Bengkayang. Untuk nilai kualitas air terdiri dari pH hilir (Outlet) rata-ratanya adalah 5,26 sedangkan pada pH hulu (Inlet) rata-ratanya adalah 4,72, untuk nilai temperatur 27,06 0C yaitu rata-rata dari hilir (Outlet) sungai dan temperatur 26,96 0C yaitu rata-rata dari hulu (Inlet), untuk nilai kecerahan daerah hilir (Outlet) sungai yaitu 236 cm dan rata-rata kecerahan daerah hulu (Inlet) sungai yaitu 230 cm, untuk nilai kecepatan hilir sungai kecepatan rata-ratanya 0,1342 m/detik dan daerah hulu sungai kecepatan rata-ratanya 0,1258 m/detik. Dan hasil pengamatan di lapangan nilai luas penampang sungai reratanya untuk daerah hilir 23,919 m2 dan hulu 15,34 m2 . Nilai IKD Sub-Sub DAS Lumar 1,073 km/km2, sedangkan nilai indeks tingkat percabangan pada Sub-Sub DAS Lumar 0,87. Debit aliran pada Sub-Sub DAS Lumar bagian hilir rata-ratanya 3,21 m3/detik, sedangkan rata-rata untuk bagian hulu 1,93 m3/detik, sedangkan debit sedimen untuk daerah hilir 2,17 ton/hari merupakan nilai tertinggi pada hilir sungai dan terendah pada hilir sungai 0,64 ton/hari, sedangkan untuk daerah hulu sungai 0,82 ton/hari merupakan nilai tertinggi dan 0,14 ton/hari merupakan nilai terendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil pengukuran TSS terkecil sebesar 1 mg/liter, sedangkan nilai TSS yang terbesar sebesar 8 mg/liter. Kata Kunci : Sub-Sub DAS Lumar, Karakteristik.
STUDI SIFAT FISIKA TANAH PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI GUNUNG SEHAK DESA AUR SAMPUK KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK Mustofa, Aly; Suryadi, Urai Edi; Widiarso, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 3: DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i3.13106

Abstract

STUDI SIFAT FISIKA TANAH PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI GUNUNG SEHAK DESA AUR SAMPUK KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK Aly Mustofa(1), Urai Edi Suryadi(2), Bambang Widiarso(2) (1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2)Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan beberapa sifat fisika tanah pada beberapa penggunaan lahan. Penelitian ini dilaksanakan di Gunung Sehak, Desa Aur Sampuk, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak. Tahap pertama penelitian dilakukan dengan mengukur panjang dan kemiringan lereng. Metode yang digunakan dengan mengambil sampel langsung di lapangan, pengambilan sampel 4 penggunaan lahan yaitu lahan kelapa sawit, karet, semak belukar dan hutan sekunder masing-masing 4 titik pengamatan dan 2 kedalaman, kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm. Parameter pengamatan terdiri dari sifat fisika: konsistensi, warna tanah, struktur tanah, tekstur, bobot isi, bobot jenis partikel, kadar air kapasitas lapangan, porositas total, kemantapan agregat; sifat kimia: C-Organik, N-Total, C/N rasio, pH tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisika: konsistensi tanah pada kedalaman 0-30 cm didominasi oleh lepas dan pada kedalaman 30-60 cm didominasi oleh teguh, warna tanah pada setiap penggunaan lahan didominasi oleh tanah 7,5 yr 4/4, 7,5 yr 5/6 pada kedalaman 0-30 cm dan 7,5 yr 6/8, 7,5 yr 7/8 pada kedalaman 30-60 cm, struktur tanah didominasi oleh granular, gumpal membulat, gumpal bersudut, bobot isi pada penggunan lahan kelapa sawit kedalaman 0-30 dan hutan sekunder kedalaman 30-60 cm memiliki bobot isi yang paling rendah dari penggunaan lahan lainnya, kadar air kapasitas lapangan pada penggunaan lahan semak belukar pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm memiliki kadar air kapasitas lapangan yang paling rendah dari penggunaan lahan lainnya, porositas total pada penggunaan lahan semak belukar pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm memiliki persentase porositas total yang paling rendah dari penggunaan lahan lainnya, persentase kemantapan agregat pada penggunaan lahan kelapa sawit, karet dan hutan sekunder termasuk dalam kriteria sangat mantap dan pada penggunaan lahan semak belukar termasuk dalam kriteria mantap ; Sifat kimia: C-Organik pada penggunaan lahan semak belukar pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm memiliki kandungan C-Organik yang paling rendah dari penggunaan lahan lainnya, N-Total pada penggunaan lahan semak belukar pada kedalaman 30-60 cm memiliki kandungan N-Total yang paling rendah dari penggunaan lahan lainnya, C/N rasio pada seluruh penggunaan lahan tergolong rendah, pH tanah pada seluruh penggunaan lahan termasuk dalam kriteria masam. Kata kunci : penggunaan lahan, sifat fisika tanah.
Identifikasi dan Kajian Pemanfaatan Sumber Air Sebagai Sumber Air Baku di Kawasan Fungsi Lindung Taman Nasional Gunung Palung Kabupaten Kayong Utara Riduansyah, Riduansyah; Widiarso, Bambang
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 9, No 1 (2023): Februari
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v9i1.73566

Abstract

The sustainability of water resources needs to be maintained considering its very important benefits in life and development. Water can be used as raw water for drinking water, water for irrigation, water for daily needs such as bathing and washing, water for industrial needs or water used for other purposes such as fishing and swimming pools. The aim of this study is to provide an accurate and comprehensive condition of the location of potential raw water sources that can be used as raw water sources, identify and study raw water sources in protected functional areas, and provide recommendations for potential raw water sources based on results of the studies carried out. The methods used to identify raw water sources are field observations, interviews, and focus group discussions (FGD). The results of the study show that the locations of water sources that fall into the class I water quality category are water sources located within the Sukadana District area, including: Riam Berasap, Lubuk Tapah/Mentubang, Tiang Jurung, Batu Gamal, Ceremai, Lubuk Baji, Air Genteng /Air Genderia/Peramas, Ne' Utong, Air Unjun/Semebruang, Air Padan/Air Berguruh, Air Keladi, Air Panjang/Sembutak, Air Berguruh/Senebing, Tambak Rawang, Kemambak, Lubuk Tapah/Begasing, Air Mask, Air Pematang/ Pangkalan Taib, Simpang Gasi/Gasi Anang, Pangkalan Ja'I, Air Manggis, and Simpang Saut.
INCEPTSIOL SOIL FERTILITY STATUS ON PT. PALM PALM PLANTATIONS. DYNAMICS OF MULTI INITIATIVES IN SEMITAU DISTRICT, KAPUAS HULU DISTRICT Florensius Irwan Afendy; Rita Hayati; Bambang Widiarso
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4121

Abstract

ABSTRACTThis research aims to determine the soil fertility status and provide fertilizer recommendations based on the soil fertility status of inseptisol on PT's oil palm plantations. Multi Initiative Dynamics. The research starts from October 9, 2023 to December 13, 2022 and until the results are presented. Disturbed soil sampling was carried out in each block using the diagonal method. In 1 block, 3 sub-blocks are created. For each sub-block, 5 soil sampling points were determined for oil palm plantations and 1 composite soil sample was obtained from each sub-block, so that in 1 block 3 composite soil samples were obtained which were used for soil chemical analysis. The distance of the soil sampling point is 1.5 meters from the oil palm tree. Soil sampling points were disturbed by drilling at a depth of 0-30 cm and intact soil samples were taken using a sample ring at a depth of 0-30 cm in oil palm plants. For each block, 3 intact soil sampling points were determined to represent each research location, thereby obtaining 9 intact soil samples which were used for soil bulk weight analysis. The variables observed in this research are, soil reaction (soil pH), C-Organic N-Total, P-Available, K-dd, P-Total, K-Total, CEC, KB, and Al Saturation, supporting variables for Texture analysis soil, Soil Profile, and Soil bulk weight. Research results The soil type in the observation area is classified as Inseptisol soil type, the soil texture in blocks E21, F21 and F26 has a clay and sandy loam texture class, the soil reaction (pH) in blocks E21, F21 and F26 has acid criteria. The C-Organic content in blocks E21, F21, F26 has low and medium criteria. The N-total content in blocks E21, F21, F26 has low criteria. The P-Available content in blocks E21, F21, F26 has very low criteria. The P-total content in blocks E21, F21, F26 has a very low average criterion. K-dd in blocks E21, F21, F26 have very low, low and medium criteria. K-total in blocks E21, F21, F26 has very low and low criteria. Cation Exchange Capacity (CEC) in blocks E21, F21, F26 has low criteria. The base saturation of blocks E21, F21, F26 has very low criteria. Al saturation in blocks E21, F21, F26 has very low criteria. Recommendations for Urea, SP-36 and MOP (KCL) fertilization at the research location, namely Block E21, are 271.7 kg/ha, 104.39 kg/ha and 39.35 kg/ha, Block F21 is 298.87 kg/ha, 287.43 kg/ha and 245.61 kg/ha, Block F26 is 360.36 kg/ha, 177.32 kg/ha and 145.58 kg/ha.Keywords: Soil Fertility Status, Soil Inceptisol and Fertilizer Recommendations.
PENGARUH KANDUNGAN BIOLOGICAL OXYGEN DEMAND AIR LIMBAH PENGOLAHAN KELAPA SAWIT TERHADAP KANDUNGAN UNSUR HARA NPK TANAH DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG Riduansyah, Riduansyah; Junaidi, Junaidi; Widiarso, Bambang; Kurnia, Kurnia; Maulidi, Maulidi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4281

Abstract

The research aims to determine (1) the relationship between Biological Oxygen Demand (BOD) content and the nutrient content of anaerobic and aerobic pond wastewater; (2) the level of efficiency of inorganic fertilizer with the utilization of liquid waste at several waste water BOD levels; (3) the effect of providing liquid palm oil waste on the growth and yield of corn plants; (4) corn growth and yield at several wastewater BOD levels. The research was conducted at the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University. Soil analysis was carried out at the Soil Chemistry and Fertility Laboratory and wastewater BOD analysis was carried out at the Soil Health Laboratory, Department of Soil Science, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University. The research used experimental methods with a Completely Randomized Factorial Design with treatments: 0 NPK, 2.25-0.75-040 NPK, and 4.5-1.5-0.75 NPK as well as giving Palm Oil Mill Effluent (POME) 100, 75, 50, and 25% BOD of anaerobic and aerobic wastewater ponds, so that 24 treatments were obtained, with 3 repetitions, 72 polybags. The waste water dose of 9 l per polybag is poured 3 l each per polybag in the morning, afternoon and evening. Variables observed: plant height, stem diameter, and number of leaves. Research results: giving POME to anaerobic and aerobic ponds until the 5th week did not have a real effect on height, stem diameter and number of corn leaves, but giving fertilizer until the 5th week had a real effect. Based on the Least Significant Difference Test (LSD)  results, the best treatment is the L3N2 treatment (25% Liquid Palm Oil Waste and 9 g Urea, 7.50 g Sp-36, 5.6 g KCl). Keywords: corn; npk fertilizer; palm oil wastewater  INTISARIPenelitian bertujuan untuk mengetahui (1) hubungan kandungan Biological Oxygen Demand (BOD) dengan kandungan hara air limbah kolam anaerobikdan aerobik; (2) tingkat efisiensi pupuk anorganik dengan pemanfaatan limbah cair pada beberapa level BOD air limbah; (3) pengaruh pemberian limbah cair kelapa sawit (LCKS) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung; (4) pertumbuhan dan hasil jagung pada beberapa level BOD air limbah. Penelitian dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Analisis tanah dilaksanakan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah serta analisis BOD air limbah dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan Tanah Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Peneltian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan perlakuan: 0 NPK, 2,25-0,75-040 NPK, dan 4,5-1,5-0,75 NPK serta pemberian Palm Oil Mill Effluent (POME) 100, 75, 50, dan 25 % BOD kolam air limbah anaerob dan aerob, sehingga diperoleh 24 perlakuan, dengan ulangan 3 kali ,72 polybag. Dosis air limbah 9 l per polybag disiramkan masing-masing 3 l per polybag pagi, siang dan sore. Variabel yang diamati: tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah daun. Hasil penelitian: pemberian POME kolam anaerobik maupun aerobik sampai pada mingu ke 5 tidak memberikan pengaruh nyata pada tinggi, diameter batang, dan jumlah helaian daun jagung, namun pemberian pupuk sampai minggu ke 5 memberikan pengaruh nyata. Berdasarkan hasil uji BNT perlakuan terbaik adalah perlakuan L3N2 (Limbah Cair Kelapa Sawit (LCKS) 25% dan 9  g Urea, 7,50 g SP-36, 5,6 g KCl).   Kata kunci: air limbah kelapa sawit; jagung; pupuk npk
PENGARUH PEMBERIAN POC KOTORAN AYAM TERHADAP KETERSEDIAAN HARA N, P, K SERTA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN DI LAHAN GAMBUT Pratama, Dafib Brilian; Yulies Vitri Indrawati, Urai Suci; Widiarso, Bambang
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4253

Abstract

One effort to increase cucumber productivity is to increase fertilizer input. One of the fertilizer products on the market is Organic Liquid Compost (OLC). This research aims to determine the effect of giving chicken manure OLC on the availability of N, P, K nutrients as well as the growth and yield of cucumber plants in peat soil. The research consisted of 5 treatments and 4 replications, so there were 20 experimental units. The parameters used in this research include: soil pH, soil C-Organic, soil N-total, soil available P, soil K-DD, fruit length per plant, number of fruit per plant, fruit weight per plant, plant height, and number of leaves per plant. From the research results it is known that the OLC treatment of 300 ml/l chicken manure gave the best results in P-available, namely 2077 ppm, in fruit length per plant, namely 23.66 cm, in the number of fruit per plant, namely 2.25 fruit, in fruit weight per plant, namely 366.6 grams, as well as plant height, namely 101.35 cm. Keywords: cucumber plant, olc chicken manure, pead soil INTISARISalah satu upaya meningkatkan produktivitas mentimun adalah dengan meningkatkan input pupuk. Salah satu produk pupuk yang beredar di pasaran adalah Pupuk Organik Cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian POC kotoran ayam terhadap ketersediaan hara N, P, K serta pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun di tanah gambut. Penelitian terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan, sehingga terdapat 20 unit percobaan. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: pH tanah, C-Organik tanah, N-total tanah, P-tersedia tanah, K-dd tanah, panjang buah per tanaman, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman, tinggi tanaman, dan jumlah daun per tanaman. Dari hasil penelitian diketahui bahwa perlakuan POC kotoran ayam 300 ml/l memberikan hasil terbaik pada P-tersedia, yaitu 2077 ppm, pada panjang buah per tanaman, yaitu 23,66 cm, pada jumlah buah per tanaman, yaitu 2,25 buah, pada berat buah per tanaman, yaitu 366,6 gram, serta pada tinggi tanaman, yaitu 101,35 cm. Kata kunci: poc  kotoran ayam, tanaman mentimun, tanah gambut
PENGEMBANGAN OLAHAN ALOE VERA MENJADI PRODUK YANG BERNILAI JUAL PADA UKM I SUN VERA Widiarso, Bambang; Yusra, Abdul Hamid A.; YVI, U. Suci
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 2 MEI 2017
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v2i2.7180

Abstract

UKM ISUN VERA bergerak di bidang olahan lidah buaya sejak tahun 2004, merupakan target IbM melalui proses pendampingan kemitraan, untuk meningkatkan diversifikasi produk olahan lidah buaya, peningkatan kualitas produksi dengan teknologi perbaikan kemasan, pemasaran dengan sistem on line.  Sebelumnya UKM ISUN VERA telah mengolah berbagai kuliner dari  lidah buaya   seperti manisan,  dodol, minuman segar, dan instan aloe merupakan salah icon kuliner Kota Pontianak.Tujuan dari kegiatan IbM ini adalah :1. Terdapat produk baru dari hasil inovasi diversifikasi produk olahan lidah buaya, yang akan menambah keanekaragaman produk yang telah dikenal sebelumnya yaitu kue Brownies, kue Lapis Legit, dan jamu `kunyit asam berbasis aloe; 2. Sistem pemasaran yang lebih modern selain pemasaran yang telah dilakukan selama ini yaitu pemasaran dengan sistem Online seperti pembuatan Web,3. Mendapatkan kemasan yang lebih hygienis dan menarik khas UKM Isun Vera. Pelaksanaan kegiatan  dimulai dengan diskusi bersama Ibu Sunani sebagai pemilik UKM Isun Vera dan peserta pelatihan bagaimana membuat kue Brownies, kue Lapis Legit, dan jamu`kunyit asam berbasis aloe. Selanjutnya dilakukan pelatihandengantujuan untukmemberikan pengetahuan dan keterampilandalam pembuatan kue brownies, lapis legit dan jamu kunyit asam berbasis aloe. Pemasaran dengan system on line yaitu pembuatan web, Pembuatan labeling dan kemasan produk juga diberikan. Peserta IbMsangat bersemangat  mengikuti kegiatan  penyuluhan dan melakukan kegiatan praktek pembuatan aneka kue dan jamu kunyit asam berbasis aloe.  Ketua UKM sangat menyadari dengan adanya diversifikasi olahan kue dan jamu berbasis aloe, dan pembuatan label dan kemasan serta web site akan menambah daya jual produk berbasis aloe dan akan terus membuat produk yang teah di transfer oleh tim IbM. Kata kunci: diversifikasi produk aloe, brownies,lapis legit, jamu kunyit asam,
PENERAPAN TEKNOLOGI PEMUPUKAN SPESIFIK LOKASI PADA TANAMAN JAGUNG DI DESA PUNGGUR KECIL KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Fadilla, Ulfia; Sulakhudin; Widiarso, Bambang; Arief, Fiera Budiarsyah
Jurnal Abditani Vol. 8 No. 1 (2025): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v8i1.394

Abstract

Kelompok Tani Alang Umar Jaya melakukan budidaya pada tanah gambut. Beberapa petani sudah mencoba untuk budidaya jagung namun produksi sangat rendah. Pelaksanaan penanaman yang dilakukan petani masih menggunakan teknik budidaya yang bersifat umum, seperti aplikasi pupuk belum didasarkan pada kondisi tanah dan kebutuhan tanaman. Solusi masalah tersebut dengan penerapan teknologi pemupukan spesifik lokasi dengan penambahan bahan amelioran (pembenah tanah) dan peningkatan keterampilan dan pengetahuan petani. Tujuan kegiatan untuk meningkatan pengetahuan dan keterampilan petani melalui kegiatan bimbingan, pendampingan dan pelatihan tentang pengetahuan dasar tentang penerapan teknik pemupukan spesifik lokasi, pengelolaan tanah, pemupukan dan pengendalian hama penyakit pada tanaman jagung di Kelompok Tani Alang Umar Maju Desa Punggur Kecil. Tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi: melakukan karakterisasi kendala sistem usahatani, potensi dan peluang penerapan teknologi pemupukan spesifik lokasi untuk tanaman jagung di lahan gambut dengan metode Participatory Rural Appraisal atau Rapid Rural Appraisal (PRA/RRA), Aplikasi teknologi pemupukan spesifik lokasi budidaya jagung di lahan gambut dengan metode Demplot, diseminasi, dan sosialisasi hasil kegiatan demplot. Kegiatan ini petani sangat antusias dan tertarik dengan metode penerapan teknologi pemupukan yang disampaikan. Hasil dari penerapan teknologi pemupukan ini tanaman tumbuh lebih bagus dan bisa membantu dalam meningkatkan hasil pertanian jagung di lahan pertanian milik petani.
Pengaruh Pemberian Arang Sekam Padi dan Pupuk Kandang Sapi terhadap Ketersediaan Hara N, P, K dan Pertumbuhan Tanaman Tomat Ceri (Solanum Lycopersicum Var. Cerasiforme) di Tanah Ultisol Markus, Dodi; Suswati, Denah; Widiarso, Bambang
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 11, No 1 (2025): Februari
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v11i1.84516

Abstract

Tomato production in West Kalimantan has decreased, but demand is increasing every year. One of the efforts that can be made to increase tomato production is the use of Ultisol soil, however, the use of this soil faces problems with soil characteristics which can inhibit plant growth if not managed properly. This research aims to determine the effect of applying rice husk charcoal and cow manure on the availability of N, P, K nutrients and the growth of cherry tomato plants in Ultisol soil. This research used a two-factor experimental method arranged in a factorial completely randomized design (CRD). First factor is rice husk charcoal (A) which consists of 3 treatment levels, namely treatment without rice husk charcoal (A0), 17 tons/ha of rice husk charcoal (A1), and 34 tons/ha (A2). Second factor is cow manure (P) which consists of 3 levels of treatment, namely without cow manure (P0), 25 tons/ha of cow drum fertilizer (P1), and 50 tons/ha (P2). The experiment was repeated 3 times so that there were 27 experimental units. The results of the research can be concluded that the application of rice husk charcoal and cow manure to the A2P2 treatment can increase soil pH by 17%, soil organic C by 86%, and soil nutrient availability (N, P, and K) by 75%-342%, Providing rice husk charcoal and cow manure in the A1P2 treatment can increase the growth parameters of cherry tomato plants by 101%-262%. The combination of rice husk charcoal and cow manure treatment interacts with the parameters of soil pH, soil available phosphorus, and plant height.    ABSTRAKProduksi tomat di Kalimantan Barat mengalami penurunan, namun permintaan semakin meningkat setiap tahunnya. Satu diantara upaya yang dapat dilakuan untuk meningkatkan produksi tomat adalah pemanfaatan tanah Ultisol, namun demikian pemanfaatan tanah ini menghadapi kendala karakteristik tanah yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman bila tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian arang sekam padi dan pupuk kandang sapi terhadap ketersediaan hara N, P, K, dan pertumbuhan tanaman tomat ceri di tanah Ultisol. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dua faktor yang disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) faktorial. Faktor pertama adalah arang sekam padi (A) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu perlakuan tanpa arang sekam padi (A0 ­), arang sekam padi 17 ton/ha (A1), dan 34 ton/ha (A2). Faktor kedua adalah pupuk kandang sapi (P) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu tanpa pupuk kandang sapi (P0), pupuk kandang sapi 25 ton/ha (P1), dan 50 ton/ha (P2). Percobaan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 27 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian arang sekam padi dan pupuk kandang sapi pada perlakuan A2P2 dapat meningkatkan pH tanah sebesar 17%, C-organik tanah sebesar 86%, dan ketersediaan hara tanah (N, P, dan K) sebesar 75%-342%, Pemberian arang sekam padi dan pupuk kandang sapi pada perlakuan A1P2 dapat meningkatkan parameter pertumbuhan tanaman tomat ceri sebesar 101%-262%.   Kombinasi perlakuan arang sekam padi dan pupuk kandang sapi berinteraksi terhadap parameter pH tanah, fosfor tersedia tanah, dan tinggi tanaman.