Kanker serviks menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi akibat kanker pada Perempuan di Indonesia. Kemenkes memprediksi kasus baru kanker serviks mencapai sekitar 38,8 ribu kasus dengan 22,3 ribu kematian, menjadikannya kanker kedua yang paling sering diderita Perempuan di Indonesia dengan rata-rata 56 kematian setiap hari. Angka prevalensi kejadian kanker serviks di Kota Tasikmalaya menempati urutan ketiga terbanyak. Jumlah penderita aktif mencapai 120 orang dan sekitar 60 di antaranya telah meninggal dunia artinya angka kematian (case fatality rate) mencapai 50%. Pemerintah melalui Kementerian kesehatan RI meluncurkan rencana aksi nasional eliminasi kanker leher rahim melalui perluasan metode skrining Human Papillomavirus (HPV) DNA dengan metode test IVA dan pap smear. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh Pendidikan kesehatan tentang kanker serviks terhadap motivasi ibu mengikuti pap smear di wilayah kerja puskesmas karaganyar kota tasikmalaya. Metode : Jenis penelitian ini Adalah quasi experiment dengan tipe rancangan pretest-posttest one group design. Populasi dan sampel dalam penelitian Adalah 73 wanita usia subur yang sudah menikah di wilayah kerja Puskesmas Karanganyar Kota Tasikmalaya yang ditentukan dengan metode total sampling. Instrument penelitian penelitian berupa lembar kuesioner. Metode Analisa data menggunakan uji Wicoxon Hasil : Motivasi mengikuti pap smear pada pengujian pretest berada dalam kategori sedang sebesar 64.4%. motivasi mengikuti pap smear pada pengujian posttest berada dalam kategori sedang sebesar 67.1%. ada pengaruh Pendidikan kesehatan tentang kanker serviks terhadap motivasi megikuti pap smear (Sig. = 0.001). Kesimpulan : Ada pengaruh Pendidikan kesehatan tentang kanker serviks terhadap motivasi ibu dengan mengikuti pap smear di wilayah kerja puskesmas Karanganyar, kota tasikmalaya.
Copyrights © 2026