Latar belakang: Salah satu permasalahan kesehatan reproduksi remaja jalanan adalah bahaya seks bebas. Rata-rata remaja jalanan sudah aktif secara seksual sejak dini, memiliki pasangan seksual lebih dari satu, menganggap kekerasan seksual dan seks komersial adalah hal yang biasa. Untuk mencegah dampak negatif dan memberikan dasar yang kuat bagi remaja dalam mengambil keputusan, maka perlu diberikan pendidikan kesehatan tentang bahaya seks bebas kepada remaja jalanan sejak usia dini. Tujuan: Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja jalanan terkait bahaya seks bebas. Metode: Pengabdian kali ini berjenis CBR (Community Based Research), yang dilakukan dengan menggunakan video animasi tentang bahaya seks bebas sebagai media pendidikan kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan di Yayasan Rumah Impian Yogyakarta dengan melibatkan pengurus yayasan dan mahasiswa. Untuk mengukur tingkat pengetahuan digunakan kuesioner pengetahuan bahaya seks bebas. Jumlah responden pada kegiatan pengabdian ini sebanyak 20 remaja jalanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diawali dengan menilai pengetahuan anak tentang bahaya seks bebas sebelum diberikan pendidikan kesehatan (pretest). Kemudian melaksanakan kegiatan pendidikan kesehatan dengan metode ceramah tanya jawab dan media video selama 60 menit. Setelah itu dilakukan penilaian pengetahuan kembali (posttest). Hasil: Rata-rata skor pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan (pretest) sebesar 56,75 dan sesudahnya (posttest) meningkat menjadi 75,50. Hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai signifkansi 2 arah (p-value) = 0,000 (nilai p<0,05). Simpulan: Pendidikan kesehatan tentang bahaya seks bebas dengan menggunakan video animasi efektif meningkatkan pengetahuan remaja jalanan di Yayasan Rumah Impian Yogyakarta.
Copyrights © 2024