Latar belakang: Peningkatan pengetahuan pada remaja putri dalam pencegahan anemia perlu dilakukan. Hal ini dikarenakan remaja putri merupakan kelompok yang rentan dalam terkena anemia. Peningkatan pengetahuan ini dilakukan guna mencegah terjadinya risiko abortus, melahirkan bayi dengan berat lahir rendah, rahim tidak dapat berkontraksi dengan baik, perdarahan setelah persalinan yang dapat berakibat kematian. Tujuan : Meningkatkan pengetahuan remaja putri terkait anemia dan dampaknya Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjenis CBR (Community Based Research). Kegiatanya adalah pemberian pendidikan kesehatan mengenai anemia dan dampaknya pada remaja. Kegiatan dilakukan dengan metode diskusi tanya jawab. Media yang digunakan adalah laptop, proyetor dan brosur atau leaflet. Kegiatan abdimas diikuti oleh 55 siswi SMA Sinar Husni. Pengetahuan dinilai sebelum dan sesudah kegiatan pendidikan kesehatan. Instrumen penilaianya adalah kuesioner pengetahuan. Hasil: Sebelum dilakukan kegiatan pendidikan kesehatan, mayoritas pengetahuan peserta dalam kategori kurang yakni sejumlah 35 siswi (63,6%) dan setelah mengikuti kegiatan mayoritas berubah menjadi kategori baik yakni sejumlah 36 siswi (65,5%). Terdapat peningkatan pengetahuan siswi tentang pencegahan anemia yaitu sebesar 35 atau 64.6%. Kesimpulan: Pemberian pendidikan kesehatan tentang pencegahan anemia terbukti dapat meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia.
Copyrights © 2024