Latar belakang: Salah satu permasalahan kesehatan reproduksi perempuan adalah kanker payudara. Kanker payudara adalah kanker terbanyak yang dialami oleh perempuan termasuk di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat kanker payudara adalah melalui deteksi dini guna menemukan kanker sejak dini. Tujuan: Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan ketrampilan wanita dalam melakukan SADARI di Dukuh Balong Lor, Potorono, Baguntapan, Bantul. Metode: Pengabdian kali ini berjenis CBR (Community Based Research), yang dilakukan dengan menggunakan power point, dan pantom payudara sebagai media pendidikan kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan di balai pertemuan warga Balong Lor. Untuk mengukur ketrampilan SADARI digunakan lembar observasi SADARI. Jumlah responden pada kegiatan pengabdian ini sebanyak 30 wanita usia subur di Dukuh Balong Lor. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diawali dengan menilai ketrampilan SADARI sebelum diberikan pendidikan kesehatan (pretest). Kemudian melaksanakan kegiatan pendidikan kesehatan dengan metode ceramah tanya jawab dan simulasi atau demonstrasi selama 100 menit. Setelah itu dilakukan penilaian ketrampilan SADARI kembali (posttest). Hasil: Rata-rata skor ketrampilan SADARI sebelum diberikan pendidikan kesehatan (pretest) sebesar 40,15 dan sesudahnya (posttest) meningkat menjadi 86,50. Hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai signifkansi 2 arah (p-value)= 0,000 (nilai p<0,05). Simpulan: Pendidikan kesehatan tentang SADARI efektif meningkatkan ketrampilan wanita dalam melakukan SADARI di Dukuh Balong Lor, Potorono, Baguntapan, Bantul.
Copyrights © 2025