Latar belakang: Dismenorea sangat berdampak pada remaja wanita, karena menyebabkan terganggu aktifitas sehari-hari, semangat menurun hingga sulit konsentrasi pada saat proses belajar sehingga pada akhirnya menyebabkan materi pembelajaran yang disampaikan tidak dapat diterima bahkan terdapat remaja yang memilih untuk tidak masuk sekolah. Permasalahan tersebut perlu untuk diatasi sehingga tidak menyebabkan terganggunya aktivitas remaja terutama aktifitas saat belajar. Salah satu tindakanya adalah dengan mengenalkan terapi nonfarmakologi dengan menggunakan terapi akupresur. Tujuan: Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengajarkan dan mempraktekan tindakan akupresur sebagai terapi komplementer untuk mengatasi nyeri dismenorea pada remaja. Metode: Pengabdian kali ini berjenis CBR (Community Based Research), yang dilakukan dengan melakukan pendidikan kesehatan mengenai akupresur. Kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah dengan memberikan penyuluhan dan mempraktekanya secara langsung terapi nonfarmakologi akupresur (metode ceramah, diskusi, demonstrasi & redemonstrasi). Akupresur dilakukan pada titik hegu dan titik SP 6. Masing-masing titik diulang 5 kali. Total durasi akupresur untuk masing-masing titik selama 10 menit. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah remaja yang mengalami dismenorea di Pondok Pesantren Al-Jauhar, Semin, Gunungkidul. Instrumen yang digunakan antara lain: LCD, Soundsistem, dan PPT. Metode evaluasi dengan menggunakan pre dan posttest. Hasil: Hasil evaluasi menunjukan peningkatan kategori pengetahuan dari awalnya mayoritas kategori “kurang” menjadi kategori “baik” selain itu juga saat dipraktekan terjadi penurunan rata-rata skor nyeri dismenorea dari 6,05 menjadi 2,30. Hasil uji komparasi menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai nilai Asymp. Sig (2-tailed) adalah 0,000 (nilai p < 0,05). Simpulan: Tindakan pengabdian masyarakat berupa edukasi penanganan nyeri dismenorea dengan meggunakan akupresur efektif meningkatkan pengetahuan remaja serta menurunkan nyeri dismenorea pada remaja.
Copyrights © 2025