Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
SPECIAL EDITION: LALONGET VI

Interpretasi Hermeneutik Karakter Kewirausahaan dalam Novel: Kontribusi Interdisipliner bagi Perkembangan Studi Sastra dan Kewirausahaan di Masa Depan

Asman Asman (Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Madako Tolitoli)
Julia Marfuah (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah)



Article Info

Publish Date
08 Sep 2025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan karakter kewirausahaan dalam novel sebagai konstruksi budaya yang sarat nilai dan ideologi. Melalui pendekatan hermeneutika, karya sastra dipahami sebagai wacana sosial yang merefleksikan sistem nilai masyarakat, bukan sekadar produk estetika. Studi ini merespons keterbatasan pendekatan normatif dalam pendidikan kewirausahaan yang cenderung fokus pada praktik dan output, dengan menekankan pentingnya pemahaman atas dimensi simbolik dan naratif teks sastra. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis teks hermeneutik terhadap dua novel karya Asma Nadia: Bidadari untuk Dewa dan Cinta Dua Kodi. Data dikumpulkan melalui pembacaan mendalam, kajian literatur, validasi bacaan, klasifikasi kutipan naratif, dan kategorisasi berdasarkan indikator karakteristik kewirausahaan. Hasil penelitian mengungkap tujuh karakteristik kewirausahaan yang dominan, yakni tanggung jawab, keberanian mengambil risiko, motivasi berprestasi, kepercayaan diri dan optimisme, kolaborasi, kreativitas dan inovasi, serta kepemimpinan. Melalui metode lingkaran hermeneutika, setiap karakteristik dianalisis sebagai konstruksi makna yang tidak hanya berkembang dari alur cerita, tetapi juga dari interaksi simbolik antara teks dan pembaca. Narasi-narasi tersebut menunjukkan bahwa karakter wirausaha dalam novel dibentuk oleh ketegangan antara idealisme pribadi, nilai religius, dan dinamika sosial-ekonomi. Interpretasi mendalam terhadap kutipan dialog, monolog, dan situasi dramatik memungkinkan pembacaan yang menyeluruh terhadap tindakan-tindakan wirausaha sebagai bentuk representasi budaya dan spiritual. Penelitian ini berkontribusi terhadap integrasi interdisipliner antara sastra dan studi kewirausahaan dengan menekankan pentingnya dimensi naratif dalam pembentukan karakter wirausaha. Hasil studi menunjukkan bahwa teks sastra dapat dijadikan medium reflektif dalam pendidikan kewirausahaan untuk menanamkan pola pikir yang etis, resilien, dan berorientasi nilai. Temuan ini merekomendasikan pemanfaatan sastra sebagai strategi pedagogis untuk memperkaya pendekatan berbasis nilai dalam pengembangan kewirausahaan.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

ghancaran

Publisher

Subject

Religion Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

This journal accepts contributions in the fields of linguistics, literature, and teaching from various perspectives, for example: Indonesian teaching and learning; language and literature in education; ...