Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan komoditas tanaman biofarmaka di Kabupaten Sumedang berdasarkan tingkat produksi, luas panen, dan produktivitas menggunakan metode K-Means Clustering. Data yang digunakan merupakan data sekunder tahun 2025 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumedang. Tahapan analisis meliputi preprocessing data dengan normalisasi menggunakan metode Min-Max, penentuan jumlah cluster menggunakan metode Elbow, serta evaluasi hasil clustering menggunakan Silhouette Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah cluster optimal adalah tiga cluster. Cluster 0 terdiri dari komoditas kencur dan lengkuas yang memiliki tingkat produksi dan luas panen tinggi namun produktivitas relatif rendah. Cluster 1 terdiri dari jahe dan kunyit yang memiliki produktivitas tinggi meskipun produksi dan luas panen rendah. Sementara itu, cluster 2 terdiri dari kapulaga, jeruk nipis, dan serai yang memiliki tingkat produksi, luas panen, dan produktivitas relatif rendah. Hasil evaluasi menggunakan Silhouette Score sebesar 0,500 menunjukkan bahwa kualitas clustering berada pada kategori cukup baik, sehingga metode K-Means mampu memberikan pengelompokan yang cukup representatif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dalam menentukan prioritas pengembangan komoditas biofarmaka di Kabupaten Sumedang.
Copyrights © 2026