Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Single Moving Average (SMA) dalam peramalan penjualan pada UMKM Martabak Roro. Fluktuasi volume penjualan yang terjadi sepanjang tahun 2025 menyebabkan sulitnya memperkirakan jumlah penjualan pada periode berikutnya apabila hanya mengandalkan pengamatan secara subjektif. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode peramalan yang mampu menghasilkan prediksi penjualan berdasarkan data historis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menganalisis data penjualan bulanan Martabak Roro periode Januari hingga Desember 2025. Metode SMA diterapkan dengan lima variasi periode peramalan, yaitu n = 3, n = 4, n = 5, n = 6, dan n = 7. Tingkat akurasi masing-masing model dievaluasi menggunakan indikator Mean Absolute Deviation (MAD) dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model SMA-6 (n = 6) menghasilkan tingkat kesalahan paling rendah dengan nilai MAD sebesar 84,25 dan nilai MAPE sebesar 19,41%. Berdasarkan klasifikasi nilai MAPE, model tersebut termasuk dalam kategori peramalan dengan kinerja baik. Dengan demikian, SMA-6 dipilih sebagai model terbaik untuk melakukan proyeksi penjualan. Berdasarkan model tersebut, volume penjualan Martabak Roro pada Januari 2026 diperkirakan sebesar 457 unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Single Moving Average dapat digunakan sebagai pendekatan peramalan yang sederhana dan cukup akurat untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data pada UMKM.
Copyrights © 2026