Retinopati diabetik merupakan salah satu komplikasi diabetes yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan permanen apabila tidak terdeteksi sejak dini. Perkembangan Artificial Intelligence (AI), khususnya deep learning berbasis Convolutional Neural Network (CNN), memiliki potensi besar dalam mendukung deteksi dini penyakit tersebut. Namun, literasi mahasiswa terkait implementasi AI di bidang kesehatan masih relatif terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk International Guest Lecturer yang melibatkan 28 mahasiswa dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia dan Universitas Indo Global Mandiri (UIGM), Indonesia. Metode pelaksanaan meliputi pretest, penyampaian materi, diskusi interaktif, posttest, dan evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rata-rata persentase respon positif peserta pada skala Likert 4 dan 5 meningkat dari 64,3% pada pretest menjadi 82,9% pada posttest. Peningkatan tersebut setara dengan 28,9% dan menghasilkan nilai N-Gain sebesar 0,52 yang termasuk kategori sedang. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan efektif dalam meningkatkan literasi AI kesehatan peserta serta memperkuat kolaborasi akademik internasional.
Copyrights © 2026