Banjir merupakan bencana yang terjadi secara berulang di Kabupaten Bireuen dan menimbulkan berbagai dampak terhadap kondisi sosial, lingkungan, serta kehidupan pendidikan masyarakat. Salah satu kelompok yang terdampak adalah peserta didik yang mengalami keterbatasan ruang berekspresi, berkurangnya aktivitas kreatif, serta terganggunya lingkungan belajar. Di sisi lain, peristiwa banjir menghasilkan limbah kayu dalam jumlah yang cukup besar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memberikan pendampingan ekspresi kreatif melalui praktik seni rupa lingkungan dengan memanfaatkan limbah kayu pascabanjir sebagai media berkarya bagi 25 siswa kelas X dan XI SMK Negeri 1 Peusangan Kabupaten Bireuen. Kegiatan dilaksanakan selama satu minggu menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, praktik berkarya, pendampingan, dan evaluasi dengan desain one-group pretest-postest, atau meningkatkan sebesar 23,30 poin (37,52%). Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan keterlibatan dalam aktivitas seni, kemampuan mengolah limbah kayu menjadi karya seni rupa dua dan tiga dimensi, keberanian mengemukakan gagasan, kemampuan bekerja sama, serta meningkatnya kepedulian terhadap lingkungan. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah kayu pascabanjir dapat menjadi media pembelajaran seni yang kontekstual untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan artistik, dan kesadaran ekologis peserta didik melalui aktivitas pembelajaran berbasis lingkungan.
Copyrights © 2026