Penyelesaian tepat waktu infrastruktur bandar udara di wilayah kepulauan terpencil seperti Siau di Sulawesi Utara, sangat penting bagi konektivitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah, namun keterbatasan akses dan distribusi material kerap mengancam jadwal pelaksanaan konstruksi. Penelitian ini mengevaluasi potensi percepatan durasi pada Proyek Pengembangan Bandar Udara Siau, khususnya pekerjaan gedung terminal, menggunakan metode critical path method dikombinasikan dengan metode crashing melalui penambahan jam kerja lembur. Dari 28 aktivitas pekerjaan yang dipetakan ke dalam jaringan kerja activity on arrow, dan perhitungan maju serta mundur menghasilkan 11 Aktivitas kritis dengan durasi normal 560 hari. Simulasi crashing 2 jam lembur mempersingkat durasi menjadi 446,83 hari (turun 20,21%) dengan kenaikan biaya 5,29%, sementara itu 3 jam lembur menjadi 418,82 hari (turun 25,21%) dengan kenaikan biaya 9,00%. Hasil ini menunjukkan penambahan jam lembur efektif mempercepat durasi proyek dan dapat menjadi rujukan pengambilan keputusan percepatan proyek konstruksi di wilayah dengan keterbatasan geografis.
Copyrights © 2026