Penggunaan rokok elektrik (vape) pada remaja mengalami peningkatan signifikan dan menjadi tantangan kesehatan masyarakat karena tingginya paparan media sosial, persepsi bahwa vape lebih aman dibanding rokok konvensional, serta pengaruh teman sebaya. Remaja merupakan kelompok rentan terhadap perilaku adiktif sehingga diperlukan intervensi promotif dan preventif yang sesuai dengan karakteristik perkembangan usia mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intervensi berbasis edutainment melalui Program TEGAS (Tolak Rokok Elektrik, Generasi Aman Sehat) terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, niat pencegahan vape, dan keterampilan asertif siswa SMP GIKI 3 Surabaya. Penelitian menggunakan desain action research dengan pendekatan edukasi interaktif selama dua hari pada siswa kelas VIII dan IX. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, survei kuesioner, dan evaluasi pretest-posttest. Intervensi meliputi edukasi bahaya vape, permainan edukatif, video interaktif, diskusi kelompok, dan roleplay perilaku asertif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai bahaya vape, peningkatan sikap positif terhadap pencegahan penggunaan vape, serta peningkatan niat siswa untuk menolak penggunaan vape setelah mengikuti kegiatan. Selain itu, sebagian besar siswa mampu mempraktikkan keterampilan asertif dalam simulasi penolakan ajakan penggunaan vape. Pendekatan edutainment dinilai efektif meningkatkan partisipasi, keterlibatan emosional, dan pemahaman siswa terhadap pesan kesehatan. Program TEGAS dapat menjadi alternatif strategi promosi kesehatan remaja berbasis sekolah untuk mencegah perilaku penggunaan rokok elektrik.
Copyrights © 2026