Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi yang memerlukan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan terapi yang baik untuk mencegah komplikasi. Namun, tingkat kepatuhan pengobatan pasien hipertensi masih menjadi permasalahan dalam pelayanan kesehatan, terutama pada pelayanan kesehatan primer. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan pengobatan pasien hipertensi di UPTD Puskesmas Teluk Pucung. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel penelitian sebanyak 400 pasien hipertensi yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Pengukuran kepatuhan pengobatan dilakukan menggunakan kuesioner Probabilistic Medication Adherence Scale (ProMAS). Analisis data dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta persentase. Hasil: Sebagian besar responden berada pada kelompok usia 45–50 tahun sebanyak 154 responden (38,5%) dan berjenis kelamin perempuan sebanyak 291 responden (72,7%). Tingkat kepatuhan pengobatan pasien hipertensi sebagian besar berada pada kategori rendah-sedang sebanyak 167 responden (41,8%) dan kategori rendah sebanyak 159 responden (39,7%). Selain itu, masih ditemukan perilaku ketidakpatuhan pengobatan, seperti mengubah dosis obat tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan serta ketidaksesuaian waktu penggunaan obat. Simpulan: Tingkat kepatuhan pengobatan pasien hipertensi di UPTD Puskesmas Teluk Pucung masih belum optimal. Diperlukan upaya edukasi, konseling, dan pemantauan kepatuhan pengobatan secara berkelanjutan untuk meningkatkan keberhasilan terapi hipertensi.
Copyrights © 2026