Pendahuluan: Henti jantung merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan yang dapat menyebabkan kematian apabila tidak segera ditangani. Berdasarkan data World Health Organization, penyakit kardiovaskular menjadi penyebab utama kematian di dunia dengan sekitar 17,9 juta kematian setiap tahunnya, dan sebagian besar berkaitan dengan kejadian henti jantung. Di Indonesia, termasuk di Provinsi Lampung, kasus kegawatdaruratan akibat henti jantung masih menjadi masalah kesehatan yang memerlukan penanganan cepat dan tepat. Salah satu upaya penanganan awal yang dapat dilakukan adalah melalui Bantuan Hidup Dasar (BHD). Tujuan: Mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan BHD dalam meningkatkan pengetahuan siswa SMA Al-Qur’an Malahayati. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 45 responden dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji t dependen (paired t-test). Hasil: Rata-rata pengetahuan meningkat dari 9.31 sebelum intervensi menjadi 13.53 setelah intervensi. Hasil uji t dependen menunjukkan nilai p = 0,001 yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan Bantuan Hidup Dasar (BHD) efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa SMA Al-Qur’an Malahayati.
Copyrights © 2026