Obesitas pada remaja merupakan salah satu permasalahan gizi yang prevalensinya terus meningkat dan berisiko menimbulkan berbagai penyakit degeneratif pada usia dewasa. Salah satu faktor yang berhubungan dengan status obesitas adalah frekuensi jajan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi konsumsi jajanan dengan status obesitas pada siswa SMPIT Mentari Ilmu Azhari Karawang Boarding School. Penelitian menggunakan metode kuantitatif observasional dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 26 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data frekuensi jajan diperoleh menggunakan kuesioner Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), sedangkan status obesitas ditentukan berdasarkan z-score IMT/U. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi jajan dengan status obesitas (p=0,365). Meskipun demikian, responden dengan frekuensi jajan sering memiliki kecenderungan risiko obesitas 2,66 kali lebih tinggi dibandingkan responden yang jarang jajan.
Copyrights © 2026