Luka sayat merupakan salah satu jenis luka terbuka yang memerlukan penanganan yang tepat agar proses penyembuhan berlangsung optimal dan terhindar dari infeksi. Proses ini berlangsung melalui empat fase utama, yaitu fase hemostasis, fase inflamasi, fase proliferasi, dan fase maturasi, yang secara berurutan berperan dalam menghentikan perdarahan, membersihkan jaringan yang rusak, membentuk jaringan baru, dan memperkuat jaringan hasil regenerasi. Daun sukun diketahui mengandung golongan metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, dan saponin, steroid, alkaloid, dan glikosida yang berpotensi sebagai antiinflamasi, antibakteri, serta mempercepat proses regenerasi jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas penyembuhan luka sayat dengan menggunakan gel ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) dalam sediaan topikal pada mencit (Mus musculus) jantan putih. Penelitian ini menggunakan lima kelompok perlakuan: kontrol positif (Gel Bioplacenton), kontrol negatif (basis gel), gel ekstrak daun sukun konsentrasi 2,5%, 5%, dan 7,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gel ekstrak daun sukun konsentrasi 7,5% secara signifikan dapat mempercepat penyembuhan luka sayat. Data dianalisis terlebih dahulu dengan uji normalitas dan homogenitas. Jika data terdistribusi normal dan homogen digunakan uji One Way ANOVA untuk menguji interaksi antara waktu dan perlakuan. Jika data tidak memenuhi asumsi tersebut, digunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitneyy untuk mengidentifikasi pasangan kelompok yang berbeda signifikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa gel ekstrak daun sukun berpengaruh terhadap percepatan penyembuhan luka sayat.
Copyrights © 2026