Paparan radiasi ultraviolet (UV) secara berlebihan dapat menyebabkan berbagai gangguan pada kulit sehingga diperlukan pengembangan produk tabir surya berbahan alami. Daun semangka (Citrullus lanatus (Thunb.) Matsum. & Nakai) mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai fotoprotektor alami terhadap radiasi sinar UV. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan gel tabir surya dari ekstrak etanol daun semangka serta mengevaluasi sifat fisik sediaan dan nilai Sun Protection Factor (SPF) secara in vitro. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak kemudian diformulasikan menjadi gel dengan variasi konsentrasi F0 (kontrol), F1 (3%), F2 (5%), dan F3 (7%). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, dan penentuan nilai SPF menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin dalam ekstrak. Seluruh formula menunjukkan karakteristik fisik yang baik dengan pH 5,30–6,34, daya sebar 5,60–6,69 cm, dan viskositas 33.238,33–48.543,33 cPs. Nilai SPF meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, dengan nilai tertinggi pada formula F3 sebesar 1,9065 ± 0,0340. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak etanol daun semangka memiliki potensi sebagai bahan aktif pendukung (photoprotective enhancer) dalam formulasi tabir surya berbasis bahan alam, meskipun masih diperlukan optimasi formulasi untuk meningkatkan efektivitas perlindungan terhadap radiasi UV.
Copyrights © 2026