Pendahuluan : Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang banyak dialami lansia dan menjadi masalah kesehatan global karena prevalensinya terus meningkat setiap tahun. World Health Organization (WHO) tahun 2024 menyebutkan sekitar 1,28 miliar orang menderita hipertensi,. Di Indonesia, prevalensi hipertensi berdasarkan data Riskesdas tahun 2022 mencapai 34,11%, dengan peningkatan tertinggi pada kelompok usia ≥60 tahun. Kemenkes RI juga melaporkan bahwa sekitar 32,3% penderita hipertensi masih kurang patuh dalam menjalani pengobatan. Rendahnya kepatuhan minum obat pada lansia dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan minum obat adalah melalui edukasi kesehatan menggunakan media booklet yang mudah dipahami oleh lansia. Tujuan : Mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media booklet terhadap kepatuhan minum obat pada lansia penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kedaton, Kota Bandar Lampung, tahun 2026. Metode : Penelitian ini merupakan Jenis kuantitatif dengan desain quasi-experimental dan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner MMAS-8 untuk mengukur kepatuhan dan kuesioner pengetahuan. Serta Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kepatuhan sebelum intervensi sebesar 4,23 (tidak patuh) dan setelah di intervensi meningkat menjadi 6,63 (patuh). Dengan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan edukasi menggunakan media booklet terhadap kepatuhan minum obat. Kesimpulan : edukasi menggunakan media booklet berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kepatuhan minum obat dan pengetahuan pada lansia penderita hipertensi.
Copyrights © 2026